Selisih Kas BLU Unmul, Polisi Bakal Lakukan Audit dan Panggil Pihak Terkait


person access_time 2 years ago remove_red_eyeDikunjungi 501 Kali
Selisih Kas BLU Unmul, Polisi Bakal Lakukan Audit dan Panggil Pihak Terkait

Rektorat Universitas Mulawarman

 Perkembangan polemik selisih kas anggaran Bantuan Layanan Umum (BLU) Universitas Mulawarman terus berlanjut,

Ditulis Oleh: DIKSI.co
12 Maret 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA - Perkembangan polemik selisih kas anggaran Bantuan Layanan Umum (BLU) Universitas Mulawarman terus berlanjut. 

Kepolisian dikabarkan akan lakukan audit khusus terkait laporan selisih kas tersebut. 

Hal ini seperti disampaikan Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana. Audit dilakukan untuk menyelidiki ada atau tidaknya indikasi penyimpangan (wewenang) yang menyebabkan terjadinya selisih hingga Rp35 miliar.

"Ketika sudah ketemu missnya dimana, penyidik akan melakukan semacam audit tambahan. Apakah selisih tersebut dikarenakan adanya penyimpangan atau terjadi salah perhitungan. Itu nanti ada audit sendiri," ungkapnya.

Sebab itu kepolisian masih memerlukan klarifikasi kepada pejabat terkait. Seperti yang diketahui mantan Pembantu Rektor II yang saat ini jadi Rektor Unmul, Prof Masjaya sudah dipanggil polisi, dengan agenda klarifikasi.

"Diperlukan klarifikasi pemanggilan orang-orang tersebut (periode 2012). Ya, termasuk pejabat yang saat itu menjabat, sampai sekarang. Diperlukan waktu dan keterangan cukup banyak," katanya. 

BACA JUGA: Soal Selisih Kas BLU Unmul, Masjaya dan Zamruddin Hasid Beda Jawaban

BACA JUGA: Dihadiri ASN dan Tanpa Sepengetahuan Partai, Bawaslu Nilai Bimtek Saksi di Samarinda Masuk Kategori Ilegal

Hingga saat ini baru 1 orang telah dimintai klarifikasi oleh pihak kepolisian. Kemungkinan akan ada pihak lain  yang diminta klarifikasi juga masih terbuka. 

"Baru 1 orang (diklarifikasi). Tak menutup kemungkinan ada pemanggilan klarifikasi uang lain. Ya, akan dilakukan," ujarnya.

Sebagai informasi, penyidik Ditreskrimsus Polda Kaltim masih melakukan pendalaman terhadap laporan yang mereka terima.

Status penanganan hukum perkara tersebut juga belum masuk ke tahapan penyelidikan. Pihaknya masih perlu melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait lainnya. 

Tak menutup kemungkinan bakal memanggil beberapa orang kembali untuk diklarifikasi. Tentunya pejabat atau siapa pun yang berkaitan dengan tempus delicty (waktu kejadian) perkara yang dilaporkan. 

Polisi memastikan masih melakukan pengembangan, apakah perkara ini dilanjutkan ke tahap penanganan kepolisian selanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Zamruddin Hasyid mengakui selisih kas BLU tersebut terjadi pada zaman kepemimpinannya. Yakni tahun 2010-2011. Namun, Zamruddin menolak jika kesalahan atas selisih kas tersebut, ditimpakan kepadanya.

"Memang temuan itu terjadi di zaman saya (menjabat Rektor). Tapi, saat itu PR (pembantu rektor, sekarang sebutannya wakil rektor) II, dijabat Masjaya," sebut Zamruddin. 

Diketahui, PR II, atau WR II, merupakan wakil rektor yang membidangi sumber daya manusia, umum dan keuangan.

"Kan itu (keuangan) bidangnya PR II. Rektor kan tidak tahu sampai hal teknis begitu. Soal keuangan itu wewenangnya kepala biro keuangan, kabag keuangan, sampai PR II," urai Zamruddin. (tim redaksi Diksi) 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya