Rencanakan Proyek MYC, Pemkot Samarinda Akan Bangun Pintu Air Karang Mumus


person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 76 Kali
Rencanakan Proyek MYC, Pemkot Samarinda Akan Bangun Pintu Air Karang Mumus

Andi Harun, Walikota Samarinda

Dua proyek MYC tersebut yakni pembangunan terowongan di terowongan dari jalan Sultan Alimuddin ke Jalan Kakap dan pintu air di muara Sungai Mahakam dan Sungai Karang Mumus (SKM), persisnya dekat jembatan 1 Jalan Gurami.

Ditulis Oleh: Achmad Tirta Wahyuda
09 Juni 2021

DIKSI.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda rencanakan dua Proyek Multi Years Contract (MYC) di Kota Samarinda.

Dua proyek MYC tersebut yakni pembangunan terowongan di terowongan dari jalan Sultan Alimuddin ke Jalan Kakap dan pintu air di muara Sungai Mahakam dan Sungai Karang Mumus (SKM), persisnya dekat jembatan 1 Jalan Gurami.

Mega proyek pintu air SKM diharapkan dapat menjadi solusi banjir di Kota Samarinda.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menuturkan bahwa pembangunan pintu air di muara SKM merupakan bagian dari visi - misinya dengan Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi, dalam hal pengendalian banjir di Kota Samarinda.

"Salah satu penyebab banjir limpasan air, dari mahakam ke SKM, solusi teknisnya adalah dibangun pintu air di muara, yakni pertemuan antara sungai mahakam dengan SKM," ungkapnya, Selasa (8/6/2021).

Ia melanjutkan bahwa pembangunan proyek tersebut kemungkinanan memakan anggaran Rp. 750 miliar.

Dilengkapi teknologi besar dan pompa yang dengan sistem sensor, bekerja 24 jam. Pintu air akan tertutup otomatis ketika level air Mahakam naik. 

"Dan secara desain kita memberi ruang sekitar 5 - 6 meter, dengan sistem dua pintu untuk memungkinkan kapal klotok, ketinting bisa tetap lalu lalang masuk di pintu air tersebut," terangnya.

"Ketika ini terbangun maka sebagian besar persoalan banjir bisa teratasi," sambung Mantan Ketua DPRD Kaltim tersebut.

Namun AH sapaan wali kota menegaskan, pembangunan pintu air bukan berarti serta-merta Samarinda bebas dari banjir. Karena masih ada beberapa banjir lokal di beberapa titik. 

Sehingga normalisasi drainase dan pembangunan kolam retensi masih diperlukan. Di sisi lain, pemerintah pun juga berupaya untuk mempertahankan daerah resapan air yang masih tersisa, dalam mengatasi banjir.

"Dengan upaya pengendalian banjir yang dilakukan, air yang menggenang berjam-jam akibat curah hujan tinggi bisa surut dengan cepat," tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan sumber pendanaannya tidak hanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda. 

Tetapi pihaknya juga mengupayakan bisa didanai oleh bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltim, maupun langsung dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Hero Mardanus menuturkan rencana pembangunan dengan pendanaan MYC masih bersifat usulan.

"Masih usulan multi years, dan anggarannya juga masih dihitung dahulu," ungkap Hero sapaan karibnya, Rabu (9/6/2021).

Ia melanjutkan untuk jangka waktu, pembangunan proyek MYC tersebut. Hal itu diakui Hero masih belum ditentukan.

"Kalau gambaran secara umumnya sampai selesai masa jabatan Pak Wali Kota Samarinda (Andi Harun), dalam aturannya juga begitu," pungkasnya. (tim redaksi Diksi)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya