Rapat Paripurna di DPRD Kaltim, Anggota Dewan Interupsi Soal Banjir


person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 79 Kali
Rapat Paripurna di DPRD Kaltim,  Anggota Dewan Interupsi Soal Banjir

Suasana Rapat Paripurna ke 15 DPRD Kaltim, Selasa (11/6/2019)

Rapat yang digelar di gedung utama komplek DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar itu mendadak ramai usai beberapa anggota legislatif menyampaikan pendapatnya.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
12 Juni 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA - Rapat paripurna ke 15 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim diwarnai hujan interupsi.

Rapat yang digelar di gedung utama komplek DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar itu mendadak ramai usai beberapa anggota legislatif menyampaikan pendapatnya.

Adanya interupsi yang terjadi bukan tanpa sebab, beberapa anggota DPRD Kaltim mempertanyakan terkait persoalan banjir yang terjadi di beberapa Kabupaten/Kota di Kaltim.

Logo DPRD Kaltim

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syafruddin mengatakan bahwa potret beberapa daerah di Kaltim sangat jelas yaitu sedang dikepung banjir.

Sehingga politisi partai PKB ini mengusulkan untuk DPRD Kaltim menyampaikan sikap dan turun ke lapangan untuk melihat langsung keadaan masyarakat yang terkena banjir.

"Karena masyarakat hari ini sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan dari kita, banyak masyarakat yang kelaparan disana, banyak juga anak - anak kecil yang sakit - sakitan,"terangnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Siti Qomariah juga menanggapi terkait bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah di Kaltim, menurutnya perlu ada koordinasi dari DPRD Kaltim ke Pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah.

"Kita harus berkoordinasi terlebih dahulu untuk dapat memetakan permasalah yang terjadi,"ungkapnya.

Senada dengan rekan - rekannya Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Ali Hamdi menuturkan bahwa perlu langkah konkrit untuk menuntaskan persoalan banjir yang terjadi. 

Sebab menurutnya banjir ini merupakan masalah yang terus menerus terjadi.

"Perlu solusi jangka panjang untuk menuntaskan masalah ini, apa yang menjadi penyebab terjadinya banjir ini. Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota harus memberikan tindakan yang konkrit untuk persoalan ini,"pungkasnya. (tim redaksi Diksi) 

BACA JUGA: Pelajar SMP Meninggal di Lubang Tambang Muara Kaman Kukar, Jadi Korban Keempat di Pemerintahan Isran Noor-Hadi Mulyadi

BACA JUGA: Profil Tsamara Amany Caleg Raih Suara Terbanyak di Singapura, Tetapi Gagal Lolos ke Senayan

BACA JUGA: Ketua KPPS di Samarinda Meninggal Dunia, Diduga Kelelahan saat Pemilu

Ikuti Facebook Diksi.co: 

 

You Tube Diksi.co: 

 

 

 

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya