Puncak Hari Anak Nasional, Wali Kota Andi Harun Ingin Samarinda Menjadi Kota Ramah Anak


person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 87 Kali
Puncak Hari Anak Nasional, Wali Kota Andi Harun Ingin Samarinda Menjadi Kota Ramah Anak

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional di alun-alun komplek Citra Niaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda menggelar puncak Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di alun-alun kawasan Citra Niaga, Senin (1/8/2022).

Ditulis Oleh: Achmad Tirta Wahyuda
01 Agustus 2022

DIKSI.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda menggelar puncak Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di alun-alun kawasan Citra Niaga, Senin (1/8/2022).

Kota Samarinda digadang-gadang menjadi kota yang ramah anak dengan menjamin 4 hak dasar anak.

Adalah hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan partisipasi.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengajak semua pihak agar terus menjaga terjaminnya empat pilar hak-hak anak dalam rangka pembangunan anak nasional.

Demikian juga, kata dia, harapan dari Suara Anak Kota Samarinda agar semua fasilitas publik dan pemerintah menjadi fasilitas yang ramah anak.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, memastikan hak-hak anak telah terjamin. Kita berharap Samarinda dapat menjadi kota yang terus menerus memerangi kekerasan dan diskriminasi terhadap anak," ujar Andi Harun usai gelaran acara.

Diketahui, pada 2021 lalu Kota Samarinda merupakan daerah tertinggi angka kasus kekerasan perempuan dan anak dari kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Timur (Kaltim). Tercatat ada 173 kasus.

Disinggung hal tersebut, Andi Harun menyatakan bakal terus meningkatkan sosialisasi, serta pendidikan bagi keluarga dan lingkungan.

"Kita ingin menjadikan kota ini kota layak anak. Kita juga mengharapkan apapun kondisi rumah tangga, dari orangtua, tidak berpengaruh terhadap realisasi hak-hak anak," tandasnya. (tim redaksi Diksi)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya

google.com, pub-8789333855088993, DIRECT, f08c47fec0942fa0