Permintaan Transparansi Tak Berbalas, Pokja 30 Bawa Baznas Samarinda ke Sidang Sengketa Informasi


person access_time 4 days ago remove_red_eyeDikunjungi 60 Kali
Permintaan Transparansi Tak Berbalas, Pokja 30 Bawa Baznas Samarinda ke Sidang Sengketa Informasi

Ilustrasi keterbukaan informasi

Diajukannya Baznas Samarinda untuk masuk dalam sidang sengketa informasi, tak lepas dari upaya Pokja 30 untuk meminta permohonan informasi kepada lembaga zakat tersebut. 

Ditulis Oleh: DIKSI.co
09 Oktober 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA -  Sidang sengketa informasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Samarinda dengan Pokja (Kelompok Kerja) 30 bakal digelar esok hari, Rabu (10/10/2019) di Komisi Informasi Kaltim. 

Komisioner KI Kaltim, Muhammad Khaidir saat dikonfirmasi Selasa (9/10/2019) membenarkan hal itu. Dijelaskannya, kedua belah pihak (Pokja 30 dan Baznas Samarinda) juga telah dikonfirmasi untuk hadir dalam agenda sidang. 

“Ya, sidang esok pukul 10.00 pagi.  Jadi, esok seperti sidang biasa. Intinya Pokja 30 minta penyelesaian sengketa informasi. Pihak Baznas insya Allah datang, kalau dari konfirmasi sih datang,” ujar Khaidir. 

Seluruh formulir untuk bahan perlengkapan sidang disebut Khaidir juga telah dilengkapi oleh pihak Pokja 30. 

“Ya mereka sudah lengkapi,” ujarnya. 

Diajukannya Baznas Samarinda untuk masuk dalam sidang sengketa informasi, tak lepas dari upaya Pokja 30 untuk meminta permohonan informasi kepada lembaga zakat tersebut. 

Dimula pada 24 Juni 2019 lalu, Pokja 30 mengirimkan surat permohonan informasi kepada Baznas Samarinda. 

Melalui surat tertanggal 24 Juni 2019 itu, Pokja 30 meminta informari perihal 13 item yang diharap bisa diberikan oleh Baznas Samarinda. 

Ke-18 item informasi itu, beberapa diantaranya adalah salinan dokumen penerimaan zakat tahun 2016-2017 hingga 2018, serta salinan dokumen rancangan anggaran kegiatan tahun 2016-2018. 

Namun, upaya keterbukaan informasi yang diminta Pokja 30, tak berbalas. 

Pokja 30 kemudian kembali lakukan pengiriman surat permohonan konfirmasi kepada Baznas Samarinda mengenai hal yang sama. Hal itu dilakukan pada 8 Juli 2019. Saat itu, Pokja 30 kirimkan surat keberatan atas permohonan informasi yang belum digubris oleh Baznas Samarinda. 

Iklan Apri Gunawan/ Diksi.co

Tak berbalas hingga kirimkan surat keberatan itulah yang kemudian membuat Pokja 30 membawa hal ini ke Komisi Informasi untuk dilakukan sidang sengketa. 

“Dasar dari kami kan laporan masyarakat. Orang Samarinda yang berzakat ini kan perlu tahu. Hak mereka untuk tahu kan juga dilindungi Undang-Undang. Makanya kami masukkan surat permohonan informasi ke Baznas,” jelas Buyung Marajo, Koordinator Pokja 30 menjelaskan alasan mengapa mengirimkan surat permohonan informasi ke Baznas Samarinda, Selasa (9/10/2019). 

Disebut, Buyung, bahwa lembaga yang menerima sumbangan dari pihak ketiga, hukumnya wajib untuk melaporkan. Hal itu berdasarkan pada UU Nomor 14 Tentang Keterbukaan Informasi. 

“Lembaga yang menerima dana dari APBN atau APBD, ataupun pihak ketiga, itu wajib melaporkan. Baznas ini kan mengelola sumbangan dari pihak ketiga juga. Di Perbaznas nomor 1 2018, pasal 12 ayat 1 butir H juga sampaikan bahwa mereka (Baznas) juga harus terbuka atas informasi ini,” kata Buyung. 

Keterbukaan informasi oleh Baznas Samarinda ini yang diharap Pokja 30 bisa dibuat terang benderang. 

“Kan kalau sistemnya baik, maka peluang masyarakat akan semakin sering untuk berzakat di Baznas. Kan kami ingin evaluasi berapa sih yang terima zakat di Samarinda. Hal ini yang ingin diketahui. Masyarakat kan perlu tahu kemana zakat mereka disalurkan. Masjid saja umumkan kok pendapatan dan pengeluaran mereka,” ujar Buyung. 

Di pihak lain, Diksi.co kemudian lakukan konfiormasi kepada Masdar Amin, Kepala Kemenag Samarinda perihal posisi Baznas Samarinda. 

“Baznas itu berdiri sendiri. Bukan di bawah Kemenag. Secara organisatoris, Kemenag itu hanya sebagai pembina,” ucap Masdar Amin. 

Selain itu, awak media Diksi.co juga sempat datangi kantor Baznas Samarinda pada Selasa (9//10/2019). 

Informasi yang dikumpulkan pihak Baznas sudah di undang sebelumnya, pada Selasa (8/10/2019), tetapi saat ditunggu ternyata sidang tersebut ditunda hingga hari kamis.

"Kami diberi informasi bahwa sidang di undur hingga hari kamis. Insya Allah besok, kami akan datang kesana,” ujar salah seorang staf yang ditemui di Baznas Samarinda. 

Sementara mengenai kejelasan pengelolaan dana Baznas apakah dipublish ke publik, belum bisa dijawab.

“Untuk menanyakan itu besok (Kamis) saja di sidang tersebut,” katanya. (tim redaksi Diksi)

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co

BACA JUGA: Raja Naga Kena Tegur Mendagri

BACA JUGA: Hoaks Piala Dunia dan Pemindahan Ibu Kota

BACA JUGA: KPK Bidik Aset Rita di Kukar dan Samarinda

BACA JUGA: PNS Aktif Diburu Jaksa

BACA JUGA: Kasus Dugaan Penyimpangan KONI Kutim Tunggu Waktu

Ikuti Facebook Diksi.co: 

You Tube Diksi.co: 

 

 

 

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya