Penemuan Jenazah Balita Tanpa Kepala yang Diduga Yusuf, Polisi Gelar 22 Adegan Pra Rekontruksi di PAUD


person access_time 8 months ago remove_red_eyeDikunjungi 210 Kali
Penemuan Jenazah Balita Tanpa Kepala yang Diduga Yusuf, Polisi Gelar 22 Adegan Pra Rekontruksi di PAUD

Polisi gelar perkara untuk memastikan penyebab hilangnya Yusuf/ Diksi.co

Sebanyak 22 adegan diperagakan, setiap  ruangan PAUD hingga ke akses jalan masuknya bangunan dua lantai tersebut juga tak luput ditelusuri. 

Ditulis Oleh: DIKSI.co
09 Desember 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA - Sehari berselang setelah ditemukan jenazah balita tanpa kepala di aliran eks Anak Sungai Karam Asam yang diduga merupakan Ahmad Yusuf Ghazali, polisi langsung bergerak cepat. Tim  Inafis Polresta Samarinda,  Senin (9/12/2019) pagi tadi langsung menggelar pra rekontruksi, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jannatul Athfaal, Jalan AW Sjahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu. 

Puluhan polisi lengkap dengan koper oranye bertuliskan Inafis memadati pelataran PAUD. Kedatangan petugas lengkap dengan peralatan identifikasi untuk menggelar pra rekonstruksi hilangnya Yusuf Ahmad Gazali, pada Jumat (22/11/2019) lalu. Sebanyak 22 adegan diperagakan, setiap  ruangan PAUD hingga ke akses jalan masuknya bangunan dua lantai tersebut juga tak luput ditelusuri. 

Enam pegawai PAUD juga dilibatkan dalam rekonstruksi, termasuk Mardiana, kepala PAUD Jannatul Athfaal beserta dua pengajar yang bertugas mengawasi Yusuf sebelum diketahui menghilang. 

Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa menerangkan, pra rekonstruksi dilakukan untuk menguatkan kronologis awal hilangnya Yusuf. 

"Ada 25 petugas yang dikerahkan, termasuk tim inafis. Kami mengecek kejadian awal hilangnya anak itu, kami juga sudah mintai keterangan kepala paudnya" terangnya. 

Iklan Apri Gunawan/ Diksi.co

Terkait dengan berapa lama anak tersebut tewas, pihaknya masih akan menunggu keterangan dari pihak rumah sakit. Polisi juga masih melakukan pemeriksaan kembali untuk menguatkan keabsahan jasad balita tersebut. 

"Kami tetap menguatkan, walau dari pihak keluarga sudah meyakini, kemungkinan besar memang jasad Yusuf, berdasarkan dari pakaiannya," lanjutnya.

Disinggung soal adanya kelalaian dan mengarah ke tindak kriminal, Damus menjawab hati-hati.

"Kalau sampai sejauh itu, belum ada," pungkasnya. 

Sementara itu, Mardiana Kepala Paud Jannatul Athfaal menerangkan, sejak kemarin malam (8/12) pihaknya telah dihubungi oleh kepolisian. 

"Sudah dihubungi sejak malam sama polisi," jelasnya. 

Beberapa siswa yang diantarkan orang tuanya pagi kemarin (9/12) terpaksa harus dipulangkan. 

Persoalan keamanan, lanjut Mardiana, saat ini pihaknya telah memasang kamera CCTV di sudut bangunan paud, mengarah ke pintu gerbang paud. 

"Sementara kami satu dulu, tapi kedepannya akan kami tambah," tandasnya. (tim redaksi Diksi)

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya