Pemprov Bakal Beli Mesin Penyedot Sampah dari Belanda untuk Atasi Banjir, Wagub: Harganya Tidak Mahal


person access_time 9 months ago remove_red_eyeDikunjungi 328 Kali
Pemprov Bakal Beli Mesin Penyedot Sampah dari Belanda untuk Atasi Banjir, Wagub: Harganya Tidak Mahal

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi/ Diksi.co

Mesin yang dimaksud adalah robot penyedot sampah 'Interceptor 001', produk perusahaan Belanda yang dipimpim Boyan Slat bernama Ocean Cleanup.

Ditulis Oleh: Irwan Wahidin
15 Januari 2020

DIKSI.CO, SAMARINDA - Masalah banjir di Samarinda belum juga kunjung usai. Hujan deras yang melanda kota Samarinda beberapa hari ini mengakibatkan banjir di sejumlah titik rawan banjir.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi, berencana untuk membeli mesin penyedot sampah yang akan digunakan untuk mengatasi masalah banjir di Kaltim, khususnya di kota Samarinda yang saat ini menghantui masyarakat. Tak tanggung-tanggung, mesin penyedot sampah itu akan didatangkan langsung dari negara kincir angin, Belanda.

"Saya sudah perintahkan PU untuk ditindaklanjuti, membeli alat penyedot sampah yang diproduksi pemuda dari Belanda, yang dia berjanji akan membersihkan sungai di seluruh dunia," ujar Hadi saat ditemui di kantor Gubernur, Rabu (15/1/2020).

Mesin yang dimaksud adalah robot penyedot sampah 'Interceptor 001', produk perusahaan Belanda yang dipimpim Boyan Slat bernama Ocean Cleanup.

Robot bertenaga surya tersebut pertama kali diuji coba di sungai Cengkareng, Jakarta pada Mei 2019 silam dan berhasil mengurangi sampah yang ada di sungai.

Tentu inilah yang menjadi acuan Wagub Hadi yang tertarik terhadap mesin itu. Dirinya juga sebut tahun 2020 ini sudah minta untuk dibeli sebanyak dua unit sebagai percobaan.

"Itu untuk membersihkan sampah dipermukaan sungai, harganya tidak mahal, uji coba di Jakarta sudah terlihat efektif kan, kenapa tidak kita manfaatkan kalau harganya murah. Ya tahun ini saya sudah minta beli, minimal dua unit dulu lah untuk dilihat," terangnya.

Orang nomor dua di Kaltim itu juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan. Tak bisa dipungkiri, masalah sampah plastik menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Samarinda. Sampah plastik ini menjadi ancaman bagi lingkungan, bahkan dari data yang dihimpun, sampah plastik banyak berasal dari sungai-sungai di Asia, termasuk Indonesia.

"Makanya kita harus banyak berdo'a, bekerja keras, hal-hal kecil juga harus kita lakukan, mengurangi sampah, termasuk sampah plastik, memperbaiki lingkungan, sedimentasi di keruk, semua itu dilakukan," tuturnya. (*) 

Robot Canggih Penyedot Sampah dari Belanda

Pemuda asal Belanda, Boyan Slat, berhasil menciptakan robot canggih yang mampu mengurangi sampah di sungai. Melalui perusahaannya, Ocean Cleanup, robot tersebut dinamakan Interceptor 001 dan menggunakan tenaga surya, artinya mesin ini akan ramah lingkungan. 

Interceptor akan bekerja seperti vacum cleaner, menyedot sampah yang terlihat di permukaancsungai. Mesin ini bisa menampung hingga 50.000 Kg sampah, jika tempat penampungan mesin sudah penuh atau overload, mesin akan memberikan sinyal ke sistem untuk menepi ke pinggir sungai.

Sampah yang berada dalam tempat penampungan akan disaring dan dikosongkan. Kelebihan lain yang dimiliki adalah tidak mengeluarkan suara ataupun polusi udara.

Hingga kini, Interceptor 001 telah diproduksi empat unit oleh Ocean Cleanup. Sebagai uji coba pertama, perusahaan Boyan membersihkan sungai Cengkareng Drain di Jakarta, lalu kemudian beranjak ke Kuala Lumpur (Malaysia) dan Vietnam.

Hadirnya Interceptor 001 merupakan kerja sama antara The Ocean Cleanup, Danone-AQUA, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia. (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya