Pelajar SMP Meninggal di Lubang Tambang Muara Kaman Kukar, Jadi Korban Keempat di Pemerintahan Isran Noor-Hadi Mulyadi


person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 267 Kali
Pelajar SMP Meninggal di Lubang Tambang Muara Kaman Kukar, Jadi Korban Keempat di Pemerintahan Isran Noor-Hadi Mulyadi

Suasana tahlilan hari ketiga di kediaman korban meninggal di lubang tambang, Kecamatan Muara Kaman, Kukar

Anak kedua dari pasangan Wiyono dan Sri Rahayu ini ditemukan tewas setelah sebelumnya bersama dengan empat temannya bermain di sekitar lubang tambang. 

Ditulis Oleh: DIKSI.co
26 April 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA - Lubang bekas tambang batu bara kembali  memakan korban.

Kali ini, menimpa RNA (nama inisial), seorang pelajar SMP di Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Minggu (21/4/2019) sekitar Pkl. 18.00 Wita.

Anak kedua dari pasangan Wiyono dan Sri Rahayu ini ditemukan tewas setelah sebelumnya bersama dengan empat temannya bermain di sekitar lubang tambang. 

Kejadian na'as ini menambah daftar panjang korban tewas di lubang-lubang tambang batu bara di Kalimantan Timur menjadi 33 orang sejak 2011 lalu.

Berdasarkan penelusuran Jatam Kaltim, lokasi tenggelamnya RNA diduga berada di konsesi tambang milik PT Mandala Usaha Tambang Utama (PT. MUTU). Perusahaan ini memegang dua konsesi tambang dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara,  dengan luas masing-masing 616, 00 Ha dan 1.059, 00 Ha. 

Letak lubang tambang, tempat dimana korban tenggelam pun hanya berjarak sekitar 57 meter dari jalan umum. 

Menurut keterangan dari Ketua RT 10, Desa Bunga Jadi, lubang tambang tempat korban tenggelam sudah hampir dua hingga tiga tahun ditinggalkan perusahaan tanpa rehabilitasi. 

“Tewas-tenggelamnya RNA tak terlepas dari sikap pemerintah, baik daerah maupun pusat, yang tidak bertanggungjawab, membiarkan lubang-lubang menganga tanpa rehabilitasi dan penegakan hukum,” ungkap Pradarma Rupang, Dinamisator Jatam Kaltim kepada Diksi.co.

Menurut Jatam ribuan lubang tambang ini bak' bom waktu yang kapan saja bisa memakan korban, terlebih jarak dengan pemukiman warga dan fasilitas publik seperti sekolah sangat dekat. 

“Sejak Isran Noor dan Hadi Mulyadi menjabat gubernur dan wakil gubernur Kaltim, tercatat sudah empat orang yang tewas di lubang tambang. Keduanya masa bodoh, enggan mengoreksi kebijakan kepala daerah terdahulu, bahkan kerap kali melontarkan pernyataan kontroversi, menjadikan hantu dan orang tua korban sebagai pihak yang salah,” lanjut Rupang.

Sikap masa bodoh ini, terutama Isran Noor, tak terlepas dari jejak buruknya selama menjabat Bupati Kutai Timur, dimana Isran mengobral 161 IUP (Ijin Usaha Pertambangan) Minerba. 

Jatam Kaltim menambahkan Polda Kaltim pun terkesan lepas tangan. Kasus tewasnya 32 orang, sebelum kejadian yang menimpa RNA, mangkrak. Tidak ada penegakan hukum yang tegas, terus dibiarkan.

Begitu juga dengan pemerintah pusat. Pakta Integritas yang di diinisiasi Kantor Staf Presiden (KSP), yang melibatkan beberapa stakeholder terkait, termasuk ditandatangani 125 Kepala Teknik Tambang terbukti mandul, hanya menjadi ‘sumpah pramuka’ yang tidak dibarengi oleh sanksi tegas terhadap perusahaan yang melakukan tindakan kejahatan.

Justru, disampaikannya,  pasca pakta integritas itu dibuat, korban terus berjatuhan.. 

“Empat kali Presiden Jokowi ke Kalimantan Timur pun, tak berdampak pada terselesaikannya kasus lubang tambang ini. Presiden Jokowi malah menyerahkan persoalan itu ke Gubernur Isran Noor. Bahkan dari tiga kunjungan, masing-masing pada November 2015, Maret 2016, dan Oktober 2018 terdapat tiga (3) orang yang tewas di lubang tambang,” pungkas Rupang. (tim redaksi Diksi) 

BACA JUGA: IDI Kaltim Periksa Kondisi Kesehatan PPS hingga TNI Polri, Ketua KPU Kaltim Beri Ucapan Terima Kasih

BACA JUGA: Pesta Demokrasi di Kaltim, Dua Polisi Meninggal Dunia

BACA JUGA: Satu Jam, 8 Ton Bawang Putih di Pasar Segiri Samarinda Langsung Ludes

 

Ikuti Facebook Diksi.co: 

 

You Tube Diksi.co: 

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya