Pekerjaan Panjang Drainase Balikpapan, Pemprov Kaltim Akui Terkendala Sosial dan Dana Terbatas


person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 54 Kali
Pekerjaan Panjang Drainase Balikpapan, Pemprov Kaltim Akui Terkendala Sosial dan Dana Terbatas

Lokasi pembangunan drainase sekunder di Balikpapan Baru yang dikerjakan Pemprov Kaltim/ Diksi.co

Tidak hanya Samarinda, kini Balikpapan juga mulai akrab dengan banjir.

Ditulis Oleh: Er Riyadi
17 Oktober 2021

DIKSI.CO, SAMARINDA - Tidak hanya Samarinda, kini Balikpapan juga mulai akrab dengan banjir.

Genangan cukup dalam kerap muncul di Jalan MT Haryono jika hujan lebat turun.

Pemprov Kaltim turun tangan menyelesaikan permasalahan banjir di Kota Minyak tersebut.

Sejak 2019 lalu, pemprov mencanangkan pembangunan drainase sekunder di Balikpapan Baru, atau sepanjang Jalan MT Haryono.

Isran Noor, Gubernur Kaltim menyebut pihaknya melakukan pengerjaan secara bertahap. Pengerjaan disesuaikan dengan anggaran yang teralokasi di APBD setiap tahunnya.

"Proyek drainase berjalan, tetap progres sesuai dana yang ada," kata Isran Noor, Gubernur Kaltim, dikonfirmasi Sabtu (16/10/2021) kemarin.

Dalam kunjungan gubernur ke lokasi pengerjaan dranase di Balikpapan Baru, Isran Noor menyebut sekitar Rp100 miliar kurang lebih dana yang dibutuhkan untuk merampungkan pekerjaan infrastruktur ini.

Dana yang terbatas membuat pekerjaan dilakukan secara bertahap.

"Itu kan bertahap, karena dananya terbatas. Dana yang dibutuhkan itu sekitar kurang lebih Rp100 miliar," tegasnya. 

Sementara itu, Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas PUPR Kaltim menyampaikan tahun 2021 ini dianggarkan Rp4,93 miliar untuk lanjutan drainase Balikpapan.

Target tahun ini, PUPR berharap bisa menyelesaikan drainase dengan panjang 146 meter dan lebar 7 meter.

"Masih ada yang putus-putus kan itu, masih ada beberapa segmen. Dikerjakan parsial. Yang mana yang bisa dikerjakan saja," ungkapnya.

Aji Firnanda mengaku pihaknya terkendala permasalahan sosial. Akibatnya, pengerjaan dilakukan secara parsial.

"Yang harus dikerjakan itu 1,7 kilometer. Akan sangat panjang itu dikerjakan, kalau masalah sosialnya tidak segera dibenahi," imbuhnya.

Pengerjaan dari 2019 hingga 2021 ini, total angggaran yang sudah digelontorkan Pemprov Kaltim, mencapai Rp15 miliar.

"Dari 2019 ke 2021, anggaran sekitar Rp15 miliar yang sudah digelontorkan," katanya. (tim redaksi Diksi)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya