Pansus IKN Minim dari Dapil Kaltim, Castro: Lain Ditembak Lain Disasar


person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 211 Kali
Pansus IKN Minim dari Dapil Kaltim, Castro: Lain Ditembak Lain Disasar

Herdiansyah Hamzah kerap disapa Castro, Pengamat Hukum dan Politik Unmul Samarinda/ Diksi.co

Pesimistis Castro bukan tanpa alasan. Ia melihat kuantitas anggota pansus yang berjumlah 13 orang, hanya 2 orang yang berasal dari dapil Kaltim.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
02 Oktober 2019

DIKSI.CO, JAKARTA - Kerja Panitia Khusus (Pansus) pemindahan ibu kota negara (IKN) mendapat sorotan dari pengamat hukum dan politik Kaltim, Herdiansyah Hamzah atau yang akrab disapa Castro.

Pria yang sedang menyelesaikan program Doktor disalah satu Universitas Negeri di Yogyakarta ini mengaku pesimis dengan pansus IKN.

Pesimistis Castro bukan tanpa alasan. Ia melihat kuantitas anggota pansus yang berjumlah 13 orang, hanya 2 orang yang berasal dari dapil Kaltim.

"Mestinya yang paling paham dengan Kaltim ya yang dari Kaltim. Secara sosiologis mereka yang sering bersinggungan dengan Kaltim. Kalau mau fair ya komposisi dapil Kaltim lebih banyak, harusnya begitu ya," tutur Castro kepada Diksi.co, Rabu (2/12019).

Castro juga mengaku kecewa proses awal pembentukan pansus IKN tidak satupun wakil rakyat dapil Kaltim di Senayan dilibatkan. Belakangan baru muncul dua nama Hetifah Sjaifudian dan Budi Satrio Djiwandono.

"Bagaimana mungkin memetakan Kaltim tanpa melibatkan orang Kaltim. Itu lain yang ditembak lain yang disasar. Potong besi pakai pisau. Ya begitulah kira-kira analogi yang pas. Itu lucu menurut saya," lanjut Castro.

Iklan Apri Gunawan/ Diksi.co

Menurut pengajar di fakultas hukum Universitas Mulawarman ini melibatkan 8 orang dapil Kaltim dalam pansus IKN bukan hal yang berat, melainkan pengayaan materi untuk kerja-kerja pansus. 

"Memangnya kalau melibatkan kedelapan wakil kita kenapa? Tidak jadi masalah juga kan? Tidak harus mengkalkulasi dari 8 diambil 2 saja, kan nggak juga. Setidaknya dengan melibatkan 8 orang itu juga mendorong wakil kita bekerja secara teknis mengumpulkan informasi secara baik dalam proses pemindahan ibu kota negara ini," tambahnya.

Namun Castro juga menilai wakil rakyat asal Kaltim yang tidak masuk dalam pansus IKN dapat bekerja maksimal guna membangun Kaltim lebih baik kedepannya.

"Yang tidak masuk pansus sebenarnya saya berharap bisa bersuara lebih kencang. Tidak hanya bicara teknis ibu kotanya tapi mencoba membentengi hal-hal yang kita anggap rentan dalam proses ini bisa dicover oleh teman-teman di DPR RI, misalnya isu-isu lingkungan," tutur Castro.

Wacana 'kocok ulang' formasi pansus IKN pasca pelantikan anggota DPR RI periode 2019-2024 diharapkan Castro dapil Kaltim kembali bertambah.

"Harusnya ada penambahan dari Kaltim, mereka yang paham kebutuhan, bukan orang diluar Kaltim," pungkas Castro. (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co

BACA JUGA: Raja Naga Kena Tegur Mendagri

BACA JUGA: Hoaks Piala Dunia dan Pemindahan Ibu Kota

BACA JUGA: KPK Bidik Aset Rita di Kukar dan Samarinda

BACA JUGA: PNS Aktif Diburu Jaksa

BACA JUGA: Kasus Dugaan Penyimpangan KONI Kutim Tunggu Waktu

Ikuti Facebook Diksi.co: 

You Tube Diksi.co: 

 

 

 

 

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya