Kecelakaan di Jembatan Mahkota II, Remaja SMP di Samarinda Meninggal Dunia


person access_time 4 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 2727 Kali
Kecelakaan di Jembatan Mahkota II, Remaja SMP di Samarinda Meninggal Dunia

Kendaraan yang digunakan NS dan AT setelah terlibat kecelakaan dengan truk yang dikemudikan AS/ Diksi.co

Namun sayang, meski telah mendapatkan perawatan medis, remaja yang masih duduk di bangku kelas VII (kelas 1) SMP itu harus kehilangan nyawa, karena kondisi luka yang dialami cukup parah. 

Ditulis Oleh: DIKSI.co
10 November 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA -  Sejak dibuka pertama kalinya pada dua tahun silam, jarang terdengar jika ada kecelakaan yang terjadi di Jembatan Mahkota II.

Namun,  pada Sabtu (9/11/2019) sekitar pukul 21.00 Wita, kecelakaan terjadi melibatkan sebuah motor Yamaha Juputer Z warna hijau hitam dengan nopol KT 3885 WG.

Sementara musuhnya adalah truk tangki bermuatan solar 5.000 liter yang dikemudikan pria 31 tahun berinisial AS dengan nomor polisi KT 8658 MU.

Informasi yang berhasil dihimpun, korbannya seorang remaja putri berinisial NS (14), yang dibonceng temannya berinisial AT (16). Truk dan motor secara bersamaan melaju dari arah Palaran menuju Sambutan.

Saat itu, truk yang di kendarai AS tidak sendiri. Ada truk lain yang membuatnya harus jalan beriringan. AS diketahui ingin mensubsidikan muatan solar yang dibawanya dari Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara (Kukar). Saat itu motor coba mendahului truk bermuatan ini, dengan cara melaju dari sisi bagian kiri. 

Kuat dugaan AT dan NS terjatuh lantaran mencengkram tuas rem depan untuk menghindari laju truk di depannya. Karena jalan berpasir di mulut Jembatan Mahkota II segmen Sungai Kapih, Sambutan, akhirnya membuat kedua remaja putri ini harus terjatuh. 

Iklan Apri Gunawan/ Diksi.co

Namun naas bagi NS. Saat terjatuh AT terpental ke bagian kiri motor. Sedangkan dirinya jatuh tepat dilaluan jalur truk AS. Sekejap mata, bagian roda belakang truk langsung menyambar kepala NS. Namun, saat itu AS hanya mengalami cedera kepala berat. Kedua korban selanjutnya segera dilarikan ke RSUD IA Moeis menggunakan kendaraan pengguna jalan yang tengah melintas.

"Sopir truk diamankan oleh relawan ke pos FKPM Sungai Kapih untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Dirhamsyah, Ketua Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Sungai Kapih.

Sesaat setelah kejadian, membuat warga berhamburan mengerumuni lokasi kejadian. Untung saja AS berhasil diamankan, agar tidak diamuk massa.

AS pun diamankan berikut dengan barang bukti truk tangki serta motor yang terlibat kecelakaan. Tak berselang lama, Unit Lakalantas Satlantas Polresta Samarinda pun tiba untuk melakukan penyelidikan sekaligus mengamankan semua barang buktinya. 

Namun sayang, meski telah mendapatkan perawatan medis, remaja yang masih duduk di bangku kelas VII (kelas 1) SMP itu harus kehilangan nyawa, karena kondisi luka yang dialami cukup parah. 

"Kami akan melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka. Untuk saat ini kami masih terus mengumpulkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian," jelas Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, melalui Kasat Lantas, Kompol Erick Budi Santoso. (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya