Kapal Penumpang Asal Parepare Kembali Berlabuh di Samarinda, Polisi Kerahkan Dua Water Cannon untuk Sterilisasi


person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 762 Kali
Kapal Penumpang Asal Parepare Kembali Berlabuh di Samarinda, Polisi Kerahkan Dua Water Cannon untuk Sterilisasi

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman saat dijumpai awak media, Senin (6/4/2020) di Pelabuhan Samarinda. /Diksi.co

Belum adanya regulasi yang jelas tentang pembatasan aktivitas di Pelabuhan Samarinda memicu gelombang protes masyarakat di sejumlah media sosial.

Ditulis Oleh: Muhammad Zulkifly
06 April 2020

DIKSI.CO, SAMARINDA - Belum adanya regulasi yang jelas tentang pembatasan aktivitas di Pelabuhan Samarinda memicu gelombang protes masyarakat di sejumlah media sosial.

Menyikapi protes tersebut, jajaran Polresta Samarinda dengan sigap mengerahkan dua unit mobil water cannon untuk penyemprotan sterilisasi pelabuhan, sebelum kedatangan KM Adhitya yang dijadwalkan akan bersandar pada Senin (6/4/2020), sembari menunggu regulasi terkait pembatasan aktivitas di dalamnya.

Dijumpai di lokasi, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman menuturkan, aksi tersebut sebagai langkah tindak lanjut dari keresahan masyarakat terhadap penyebaran Covid-19 di Kota Tepian, di mana mayoritas kasus yang terdeteksi merupakan pelaku perjalanan antardaerah.

"Mereka yang baru tiba langsung kami lacak, serta kami data alamat kediamannya," jelas polisi berpangkat melati tiga itu.

Tanpa terkecuali, lanjut Arif, semua penumpang telah didata ketika pertama kali menapakan kakinya di Pelabuhan Samarinda. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui mereka, sebelum bisa masuk ke Kota Tepian.

"Tentu kami tidak ingin virus ini menyebar dan membuat resah," terangnya.

Setelah melakukan pendataan, laporan tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, untuk tindak lanjutannya semisal kontak tracing. Selanjutnya, estapet kontak tracing akan dilanjutkan ke pihak Dinkes di seluruh kabupaten/kota se Kaltim.

"Tujuannya agar mereka yang baru tiba tidak berkeliaran dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sesuai anjuran pemerintah," tegasnya.

Sedangkan kalau ditemukan adanya indikasi dugaan penularan Covid-19 terhadap para penumpang tersebut, tim gugus tugas ini akan segera menindaklanjutinya dengan penanganan medis sesuai aturan yang berlaku.

"Dan membawanya ke rumah sakit rujukan," tambahnya.

Selain melakukan pendataan, ada yang berbeda dari pengawasan penumpang yang tiba di Pelabuhan Samarinda. Kali ini, petugas lebih ketat dalam mengatur antrian penumpang sehingga tidak terjadi penumpukan.

"Ada jalur khusus yang kami siapkan bagi penumpang yang turun, jadi mereka tidak berdesakan," pungkasnya. (tim redaksi Diksi)

Saefuddin ZUhri/Diksi.co



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya