Gempar Virus Corona, Pandita Buddhist Center Samarinda: Ayo Vegetarian


person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 4893 Kali
Gempar Virus Corona, Pandita Buddhist Center Samarinda: Ayo Vegetarian

Pandita Maha Vihara Sejahtera Maitreya Buddhis Center Samarinda, Hendrik

Penyakit yang menjangkit warga China menjelang perayaan tahun baru imlek 2571 ini disebut pandita Hendrik bukanlah tanpa sebab. Menurutnya, ada suatu pesan yang dititipkan Tuhan untuk mengingatkan kepada seluruh umat manusia untuk menjaga keberlangsungan kehidupan.

Ditulis Oleh: Irwan Wahidin
27 Januari 2020

DIKSI.CO, SAMARINDA - Pandita Maha Vihara Sejahtera Maitreya Buddhist Center Samarinda, Hendrik menanggapi wabah virus corona yang saat ini menggemparkan dunia.

Penyakit yang menjangkit warga China menjelang perayaan tahun baru imlek 2571 ini disebut pandita Hendrik bukanlah tanpa sebab. Menurutnya, ada suatu pesan yang dititipkan Tuhan untuk mengingatkan kepada seluruh umat manusia untuk menjaga keberlangsungan kehidupan.

"Kita lihat 3 hari ini, begitu viral virus corona, ada isyarat Tuhan untuk manusia minus 3 hari imlek di Wuhan China. Bagi etnis China saat ini bukanlah imlek yang penuh kebahagiaan tapi seperti neraka, mereka tidak bisa bepergian kemana-mana karena semua ditutup, cuma gara-gara makan sesuatu yang sangat diluar kelaziman manusia, yaitu makan sup kelelawar," ujar Pandita Hendrik di open house Buddhist Center Samarinda dalam rangka perayaan tahun baru imlek, Sabtu (25/1/2020).

Bagi umat Buddha, lanjut Hendrik, isyarat ini merupakan hal yang harus direnungkan. Oleh karena itu, ia menyarankan kepada semua umat manusia untuk menjaga pola hidup sehat dan tidak makan sembarangan.

"Kalau virus ini terus terjadi, dunia mau jadi apa, renungkanlah untuk kita semua, ayok vegetarian," tuturnya.

Virus corona yang mewabah di Tiongkok China membuat puluhan orang terinfeksi dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Hingga kini, penyakit misterius itu pun disebut belum diketahui pasti penyebab dan cara penyembuhannya.

Berbagai negara di belahan dunia pun mengklaim warganya mempunyai gejala yang sama di sejumlah wilayah. Menurut para ahli, virus tersebut merupakan virus baru yang belum terindentifikasi ada pada manusia sebelumnya.

Virus ini pertama kali teridentifikasi menyebar di daerah Wuhan, China akhir tahun 2019 lalu dan hingga saat ini terus menyebar secara cepat ke negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, dan Thailand. 

Semua yang positif terinfeksi virus korona di negara-negara tersebut, tercatat pernah melakukan perjalanan ke Wuhan sebelum gejala muncul.  (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya