DPRD Kaltim Godok Dua Raperda, Singgung Mulai Hilangnya Kebudayaan Daerah dan Sepak Terjang Pemuda


person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 72 Kali
DPRD Kaltim Godok Dua Raperda, Singgung Mulai Hilangnya Kebudayaan Daerah dan Sepak Terjang Pemuda

Ismail, Ketua Pansus Pelayanan Kepemudaan DPRD Kaltim

DPRD Kaltim kembali menggodok dua raperda baru, yakni Rapersa Kesenian Daerah dan Raperda Pelayanan Kepemudaan.

Ditulis Oleh: Er Riyadi
28 Juni 2022

DIKSI.CO, SAMARINDA - DPRD Kaltim kembali menggodok dua raperda baru, yakni Rapersa Kesenian Daerah dan Raperda Pelayanan Kepemudaan.

Dua raperda ini dibahas dalam agenda rapat paripurna DPRD Kaltim, pada Selasa (28/6/2022).

Ismail, Anggota DPRD Kaltim, ditunjuk sebagai Ketua Pansus Pelayanan Kepemudaan.

Dirinya menjelaskan, pansus segera membahas Raperda Pelayanan Kepemudaan lebih lanjut dalam rapat internal.

"Saya ini kan diamanahkan jadi ketua, dalam waktu dekat kami akan lakukan rapat internal dalam menyusun jadwal. Nanti setelah rapat internal," kata Ismail, Selasa (27/6/2022).

Pansus kepemudaan diberi waktu tiga bulan untuk menyelesaikan draf raperda.

Untuk itu, Ismail dan jajaran segera melakukan kerja-kerja pansus.

Semua bisa bekerja sama. Mudah-mudahan tidak ada perpanjangan. Kami rapat internal dulu, dan menyusun daftar masalah dan langkah-langkah selanjutnya kaitannya dengan melakukan percepatan," paparnya.

Sementara itu, Makmur HAPK, Ketua DPRD Kaltim, menyebut Raperda Kesenian Daerah penting untuk ditindaklanjuti.

Pasalnya Makmur melihat, berbicara kesenian daerah di Kaltim, nyaris hilang. Untuk itu perlu tindak lanjut proaktif dari Pemprov Kaltim, melestarikan kebudayaan dan nilai-nilai seni.

"Kenapa kita membicarakan kesenian daerah yang sudah hampir hilang. Nilai seni dan budaya itu melahirkan etika. Kalau rakyat dan bangsa sudah beretika itu akan mudah bernegara dan berbangsa," ungkapnya.

"Dua raperda ini harapan saya betul-betul dapat disambut dengan baik dan kalau bisa selesai dengan cepat," sambungnya.

Raperda kepemudaan dan kebudayaan daerah disebut jadi kolaborasi payung hukum yang saling bersinggungan.

Pasalnya, generasi muda memiliki potensi besar untuk melestarikan kebudayaan daerah.

"Makin hilangnya kesenian daerah kalau tidak kita payungi generasi muda yang tidak terbina dengan baik bangsa dan negara kita," tegas Makmur. (tim redaksi Diksi)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya

google.com, pub-8789333855088993, DIRECT, f08c47fec0942fa0