Cuaca Ekstrem, Manajemen UPBU APT Pranoto Sebut Penerbangan Tetap Normal


person access_time 9 months ago remove_red_eyeDikunjungi 207 Kali
Cuaca Ekstrem, Manajemen UPBU APT Pranoto Sebut Penerbangan Tetap Normal

APT Pranoto/ rri.co.id

Akses menuju bandara udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, beberapa hari lalu di beberapa titik jalan menuju bandara tergenang banjir akibat hujan yang mengguyur lebih kurang 6 jam.

Ditulis Oleh: Achmad Tirta Wahyuda
13 Januari 2020

DIKSI.CO, SAMARINDA - Cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa kota di Indonesia membuat beberapa sarana transportasi publik menjadi terganggu. Transportasi udara salah satunya.

Samarinda memiliki bandar udara yang belum lama di resmikan oleh Presiden RI Joko Widodo. 

Akses menuju bandara udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, beberapa hari lalu di beberapa titik jalan menuju bandara tergenang banjir akibat hujan yang mengguyur lebih kurang 6 jam.

Meski begitu, pihak bandara mengungkapkan, bahwa sampai saat ini trend penumpang yang menggunakan bandara APT Pranoto masih dalam keadaan normal.

"Rute penerbangan setiap harinya masih tidak ada perubahan yang signifikan, masih normal secara operasional, karena dukungan dari semua pihak," ujar Rora Ardian, Pelaksana pelayanan dan Operasi Bandar Udara. Pada Senin (13/1/2020), saat di konfirmasi via WhatsApp.

Ia menambahkan, dari sekian banyak rute penerbangan di saat cuaca ekstrem ini, hanya beberapa yang mengalami delay.

"Data detail nya ada .. tapi secara umum dari total kurang lebih 42 ijin route dari dan ke bandara APT Pranoto hanya beberapa yang mengalami delay atau penundaan , 1 flight dari Xpress Air tujuan Tanjung Selor yang menyatakan cancel , selebihnya masih dalam On Time Performance (OTP)," ujarnya. 

Sebagai langkah antisipasi, UPBU APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi mengatakan, jika terjadi lagi banjir di sepanjang jalur menuju bandara APT Pranoto, disarankan agar para penumpang bisa datang lebih cepat, dikarenakan banjir sebelumnya membuat beberapa titik jalan seperti simpang Alaya, dan simpang Mugirejo tergenang dan arus lalu lintas menjadi macet.

"Kami berharap para penumpang dapat datang tepat waktu untuk dapat menghindari banjir," harapnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: SE 15 Tahun 2019 yang secara khusus mengatur pelaksanaan penerbangan pada kondisi Force Majure.

Isinya adalah meminta kepada maskapai untuk mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan, menyusun dan melaksanakan prosedur rencana kontigensi penerbangan dan pelayanan penumpang dalam kondisi kahar sekurang kurangnya memuat ketentuan yang memudahkan penumpang untuk menyusun ulang rencana perjalanan diantaranya reschedule, reroute, ataupun pemindahan ke penerbangan badan usaha angkutan udara lainnya, dan memudahkan pengembalian uang tiket (refund) sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Maskapai juga diminta untuk berkoordinasi dengan pihak penyelenggara bandar udara dalam hal penyediaan sarana dan fasilitas yang dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang, dan menyampaikan informasi kepada penumpang angkutan udara yang benar dan jelas mengenai alasan keterlambatan penerbangan, perubahan jadwal penerbangan, pembatalan penerbangan, dan kepastian keberangkatan melalui media informasi. (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya