Bupati PPU Kena OTT KPK Terkait Dugaan Suap dan Gratifikasi, Sekretaris Provinsi Kaltim: Bisa Dicegah, Syukuri Apa yang Ada


person access_time 6 days ago remove_red_eyeDikunjungi 33 Kali
Bupati PPU Kena OTT KPK Terkait Dugaan Suap dan Gratifikasi, Sekretaris Provinsi Kaltim: Bisa Dicegah, Syukuri Apa yang Ada

Abdul Gafur Masud, Bupati Penajam Paser Utara terkena OTT oleh KPK, pada Rabu (12/1/2022)/ IST

 Abdul Gafur Masud (AGM), Bupati Penajam Paser Utara, terkena operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu malam (12/1/2022) kemarin.

Ditulis Oleh: Er Riyadi
13 Januari 2022

DIKSI.CO, SAMARINDA - Abdul Gafur Masud (AGM), Bupati Penajam Paser Utara, terkena operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu malam (12/1/2022) kemarin.

AGM ditangkap dalam operasi senyap bersama 10 orang lainnya.

Nurul Ghufron, Wakil Ketua KPK menyebut OTT Bupati PPU berkaitan dengan dugaan kasus suap dan gratifikasi.

"KPK kemarin, 12 Januari 2022 melakukan giat tangkap tangan terhadap penyelenggara negara di wilayah Penajam Paser Utara atas dugaan penerimaan suap dan gratifikasi," kata Ghufron, Kamis (13/1/2022).

Saat ini AGM masih berstatus terperiksa.

KPK masih melakukan pemeriksaan 1x24 jam hingga penetapan status AGM apakah naik ke tersangka atau tidak.

OTT Bupati PPU oleh KPK, turut direspon oleh unsur pimpinan di Pemprov Kaltim.

Muhammad Sabani, Sekretaris Provinsi Kaltim menyampaikan pesan agar kejadian kepala daerah di Kaltim terjerat kasus korupsi tidak terulang kembali.

Dirinya pun menyayangkan kejadian ini.

"Saya mangimbau agar kita patuhilah peraturan, syukuri lah apa yang ada," ungkap Sabani, dikonfirmasi Kamis (13/1/2022).

Sabani berpesan kapada kepala daerah kabupaten/kota di Kaltim, saat bekerja jangan terlalu mengada-ada.

Menjaga diri agar tidak terjebak dalam kasus korupsi penting dilakukan.

"Mudahan-mudahan semua bisa menjaga diri, jangan sampai terjebak. Kita kan gak tahu terjebak tanpa sadar. Mudahan-mudahan kita bisa mengendalikan diri masing-masing," tegasnya.

Sebelumnya, telah ada beberapa kasus kepala daerah di Kaltim terjerat kasus rasuah. Sebut saja Rita Widyasari, Bupati Kukar dan Isminandar, Bupati Kutim.

Sabani menegaskan pencegahan korupsi penting dilakukan. Pejabat daerah bisa melihat tanda-tanda mengarah ke kasus korupsi.

Menurutnya hal itu bisa dilakukan pencegahan sejak dini.

"Jangan tergiur, kita bisa melihat signal-signal yang mengarah ke arah sana. Kita harus upayakan mencegah, karena mencegah itu lebih penting," pungkasnya. (tim redaksi Diksi)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya