Buaya Muara Kembali Teror Pengunjung Wisata Danau Dua Rasa Labuan Cermin


person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 76 Kali
Buaya Muara Kembali Teror Pengunjung Wisata Danau Dua Rasa Labuan Cermin

Tangkapan layar buaya muara yang kembali meneror dan terlihat di sekitar kawasan wisata labuan cermin, Biduk-biduk, Kabupaten Berau. (IST)

Pengunjung wisata danau dua rasa labuan cermin di Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) kembali diteror buaya muara belum lama ini.

Ditulis Oleh: Muhammad Zulkifly
12 Agustus 2022

DIKSI.CO, Berau - Pengunjung wisata danau dua rasa labuan cermin di Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) kembali diteror buaya muara belum lama ini.

Dari rekaman ponsel salah satu pengunjung wisata, tampak buaya muara dengan ukuran cukup besar berenang disekitar wisata labuan cermin.

Video berdurasi 39 detik itu sontak ramai di media sosial, dan peristiwa itu pun turut dibenarkan oleh pihak pemerintah setempat.

"Iya benar video buaya itu di labuan cermin. Tapi perlu diingat lokasinya bukan di pemandiannya, buaya itu di luar pagar," jelas Camat Biduk-biduk, Abdul Malik saat dikonfirmasi, Jumat (12/8/2022).

Lanjut dijelaskan Malik, sebelum penampakan buaya muara itu viral dari kamera ponsel pengunjung, sejatinya Tim BKSDA Kaltim yang rutin berpatroli juga pernah menemukan 4 ekor buaya sekaligus di kawasan tersebut.

"Sebulan lalu kami dapat laporan dari teman-teman BKSDA yang melakukan patroli. Selama 15 hari pemantauan, tim dilapangan sedikitnya menemukan 4 ekor buaya, tapi sekali lagi itu bukan di dalam kawasan wisata tapi ditemukan di luar pagar," tegasnya.

Meskipun beredar keberadaan buaya disekitar lokasi tersebut, pihaknya mengaku kesulitan untuk melakukan penangkapan atau evakuasi lantaran biaya dan kepercayaan masyarakat yang mengakui adanya ikatan warga dengan buaya yang wilayah tersebut.

"Dari itu kami masih berkoordinasi dengan BKSDA dan warga, jangan sampai seperti penangkapan buaya beberapa waktu lalu, setelah kita tangkap, warga di sana ada yang menolak lantaran adanya kepercayaan tentang ikatan keluarga antara warga dan buaya disana," harapnya.

Selain terkendala masalah kepercayaan warga sekitar, tim BKSDA dan aparat setempat juga kesulitan dimasalah biaya. Apabila harus selalu melakukan evakuasi pada setiap buaya muara yang terlihat di sekitar kawasan wisata labuan cermin.

"Melakukan evakuasi juga memerlukan biayanya cukup besar, ini lah yang masih kami pertimbangkan," sambungnya.

Sementara itu, meski adanya buaya di lokasi labuan cermin, pihak pengelola masih tetap membuka wisata itu bagi para pengunjung.

"Pengelola sudah lebih dahulu melakukan pengecekan paling sedikit setengah jam di tempat pemandian untuk memastikan steril dari hewan buas seperti buaya," terang Malik.

Kedepannya, pihak terkait akan menambah plang peringatan sebagai bentuk antisipasi selain menangkap buaya muara yang masih banyak berkeliaran.

"Sudah kami berikan arahan untuk menambah sepanduk imbauan agar pengunjung dapat lebih memperhatikan keselamatan," pungkasnya. (tim redaksi)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya

google.com, pub-8789333855088993, DIRECT, f08c47fec0942fa0