BREAKING NEWS - Update Pemantauan Corona di Samarinda, Dinkes Sebut 8 Orang Masuk Pantauan, Ini Artinya


person access_time 2 years ago remove_red_eyeDikunjungi 618 Kali
BREAKING NEWS - Update Pemantauan Corona di Samarinda, Dinkes Sebut 8 Orang Masuk Pantauan, Ini Artinya

Konferensi pers terkait pemantauan corona di Samarinda yang dilakukan Dinkes Samarinda, Jumat (13/3/2020)/ Diksi.co

dr Osa, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda, juga jelaskan terkait perkembangan pemantauan akan virus corona di Samarinda, Disampaikan sejak 1 Februari hingga hari ini, sudah ada 30 laporan yang masuk ke Dinkes Samarinda. 

Ditulis Oleh: DIKSI.co
13 Maret 2020

DIKSI.CO, SAMARINDA - Plt Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih memastikan bahwa hingga Jumat (13/3/2020), untuk wilayah Samarinda tidak ada satupun warga Kota Tepian yang masuk dalam ketegori positif virus Corona atau Covid-19. 

Hal ini ia sampaikan saat lakukan konferensi pers terkait beredarnya informasi ada 15 warga Samarinda masuk dalam pantauan virus corona. 

"Jadi, kami sampaikan sampai saat ini, tidak ada pasien yang positif corona. Tidak ada juga pasien yang diisolir di rumah sakit. Semuanya masih dalam pemantauan" ujar Ismed Kusasih, Jumat (13/3/2020). 

Lebih lanjut, dr Osa, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda, juga jelaskan terkait perkembangan pemantauan akan virus corona di Samarinda, Disampaikan sejak 1 Februari hingga hari ini, sudah ada 30 laporan yang masuk ke Dinkes Samarinda. 

"Laporan yang masuk ke Dinkes yang sudah kami tindaklanjuti, ada 30 laporan yang masuk. Itu sejak 1 Februari sampai dengan hari ini 13 Maret (2020). Per hari ini, jumlah orang yang dalam pemantauan, ada 8 porang. Sementara yang 15 kemarin, itu sudah selesai (dipantau) dan hasilnya negative," ujarnya. 

Dari 8 orang yang masih dalam pemantauan itu, terdiri dari 3 orang laku-laki dan 5 orang perempuan. 

Ia pun ikut jelaskan terkait arti dari pemantauan itu berdasarkan definisi dari Kementerian Kesehatan. 

"Yakni, pemantauan tersebut dilakukan karena warga yang melakukan perjalanan ke luar negeri. Apakah punya gejala atau tidak. Itu yang kami pantau. Jadi, (seseorang) dia punya gejala dan kemudian melapor," ujarnya.  (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co

 

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya

google.com, pub-8789333855088993, DIRECT, f08c47fec0942fa0