Bappenas Kunjungi Bukit Soeharto untuk Survei Calon Ibu Kota di Juli Ini, Jokowi Datang Lagi?


person access_time 3 months ago remove_red_eyeDikunjungi 630 Kali
Bappenas Kunjungi Bukit Soeharto untuk Survei Calon Ibu Kota di Juli Ini, Jokowi Datang Lagi?

Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Bukit Soeharto beberapa waktu lalu/ Diksi.co

Survei dilakukan untuk 2 agenda utama. Pertama adalah peninjauan titik-titik batubara terekspose yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bukit Soeharto.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
11 Juli 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA - Kabar Provinsi Kalimantan Timur untuk kawasan Bukit Soeharto yang diagendakan bakal menjadi calon ibu kota pengganti DKI Jakarta pelan-pelan mulai tampakkan progress.

Kabar terbaru, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas RI bakal kembali kunjungi Kaltim dengan agenda survei calon lokasi pemindahan ibu kota negara.

Kunjungan itu akan dilakukan diperkiraan tanggal 11-24 Juli 2019.

Terkait hal itu, tim redaksi Diksi.co lakukan konfirmasi kepada Plt Sekprov Kaltim, M. Sabani. Via telepon, ia kemudian mengarahkan untuk berkomunikasi dengan Zairin Zain, Kepala Bappeda Kaltim.

Hal ini karena Bappeda yang nantiya akan ikut dalam kunjungan pusat ke Bukit Soeharto, lokasi calon ibukota pengganti yang ada di Kaltim itu.

“Saya sedang rapat. Komunikasi dengan pak Zairin,” ujar M. Sabani, Kamis (11/7/2019).

Dari penjelasan, Zairin Zain kemudian membenarkan kabar adanya kunjungan pusat untuk survei calon lokasi ibu kota RI itu.

“Ya, betul (ada kunjungan),” ucapnya.

Meski demikian, Zairin sampaikan Presiden Jokowi tak ikut dalam survei tersebut, seperti kunjungan ke Bukit Soeharto sebelumnya.

“Oh, tidak. Timnya saja bersama Bappenas. Dari Pemprov akan dampingi itu dari Kehutanan, Bappeda dan yang lain. Perkiraan datangnya ya selama itu dari 11-24 Juli. Itu saja ya. Saya sedang di Maratua soalnya,” ucap Zairin.

Lebih lanjut, Diksi.co dapatkan surat terkait agenda survei calon lokasi ibu kota negara itu.

Survei dilakukan untuk 2 agenda utama. Pertama adalah peninjauan titik-titik batubara terekspose yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bukit Soeharto.

Kedua, meninjau singkapan batubara di kawasan pertambangan dengan status IUP (Ijin Usaha Pertambangan) dan PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara).

Dalam kunjungan itu, tim dari pusat juga tak hanya akan gunakan kendaraan roda 4, tetapi juga kendarai sepeda motor, untuk menjangkau daerah-daerah sulit dalam kawasan.

“Di lokasi ibu kota negara (Bukit Soeharto) itu kan ada sebagian tambang batubara. Nah itu yang dicek,” ucap Zairin Zain. (*)

Kalimantan Hampir Pasti

Pemberitaan Diksi.co sebelumnya, calon lokasi ibukota Republik Indonesia (RI) hampir pasti akan mengarah ke Pulau Kalimantan.

Hal ini usai adanya rapat kerja yang digelar Komisi XI DPR RI pada Senin (17/6/2019) lalu.

Adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro yang menyebut kabar hampir pastinya Kalimantan dipilih sebagai calon lokasi ibukota RI.

"Dan pemindahannya (ibu kota) hampir pasti ke Pulau Kalimantan, tinggal penentuan lokasi," katanya, dilansir dari detik.com.

Bambang menyebut bahwa secara konseptual pemindahan ibu kota ini untuk mengurangi beban Pulau Jawa.

Ia bilang, 58% perekonomian nasional disumbang oleh Pulau Jawa. Kemudian, 57% penduduk Indonesia juga terletak di Jawa.

"Utamanya adalah secara konseptual kita ingin mengurangi beban Pulau Jawa," ungkapnya.

Lanjutnya, pemerintah melihat pengalaman negara lain memindahkan ibu kota. Dengan pemindahan ini, diharapkan mengurangi beban Pulau Jawa.

"Kita juga melihat pengalaman negara lain dengan memindahkan pusat pemerintah, maka ada pembagian beban, meskipun tidak menjadi pengganti Jakarta. Tapi, paling tidak ada kegiatan ekonomi yang muncul sekitaran ibu kota tersebut," ujarnya.

Meski sudah menyebut Kalimantan hampir pasti sebagai calon lokasi ibukota RI, Bambang belum detail berikan informasi, apakah Kaltim ataukah Kalteng yang akan dipilih oleh pusat.

Hal ini karena dua provinsi tersebutlah yang digadang-gadang akan dipilih.

Presiden Jokowi pun telah mengunjungi dua lokasi calon ibukota di Kaltim dan Kalteng tersebut.

Untuk Kaltim, yakni kawasan Bukit Soeharto, Balikpapan, sementara untuk Kalteng adalah Palangkarya.

Maski demikian, kembali Bambang sampaikan kabar fix bahwa calon lokasi ibukota yang akan dipilih adalah Kalimantan.

"(Tapi fix Kalimantan?) Iya iya," tutupnya. (*)

Kelebihan dan Kekurangan Kaltim-Kalteng

Hampir pasti di Kalimantan untuk calon lokasi ibukota RI, pemerintah pusat juga telah menampung beberapa kelebihan dan kekurangan akan dua provinsi yang digadang akan dipilih, yakni Kaltim dan Kalteng.

Hal ini sesuai dengan hasil kunjungan lapangan yang dilakukan Presiden Jokowi bersama Menteri terkait beberapa waktu lalu.

Untuk Kalimantan Tengah, Bambang memaparkan keunggulannya yaitu memiliki akses terhadap Bandara Tjilik Riwut (Hierarki Pengumpul Tersier), bebas bencana gempa bumi, 97,04 persen wilayah tergolong ke dalam area yang aman dari banjir.

"Selain itu, Kalteng juga tidak berbatasan langsung dengan batas negara, ketersediaan lahan yang luas dengan 70 persen status hutan produksi konversi (bebas konsesi) dan hutan produksi dengan konsesi Hutan Alam," kata Bambang di kantornya, Kamis (16/5/2019) lalu. dikutip dari liputan6.com.

Hanya saja, ada beberapa kelemahan yang disimpulkan Bambang. Pertama lokasi jauh dari pelabuhan laut sekitar ±6 jam, ketersediaan sumber daya air tanah terbatas, hanya tersedia air sungai.

Selain itu sebagian besar wilayah deliniasi memiliki lapisan gambut yang rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan, truktur demografi relatif homogen dan secara historis pernah terjadi konflik sosial.

Untuk wilayah Kalimantan Timur, dipaparkan bahwa  beberapa kelebihannya menjadi kandidat ibu kota, yaitu dekat dengan dua bandara besar di Samarinda dan Balikpapan, dekat dengan akses Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, dan dekat dengan Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Hasil Kunjungan Bappenas untuk Provinsi Kaltim dan Kalteng dalam agenda calon lokasi pengganti ibu kota RI/ HO Bappenas RI

Selanjutnya, keunggulan lainnya adalah ketersediaan infrastruktur jaringan energi dan air bersih, struktur demografi heterogen, sebagian besar merupakan pendatang, lokasi delineasi dilewati oleh ALKI II di sekitar Selat Makassar, bebas hutan, bencana alam gempa bumi dan kebakaran.

"Kaltim juga tidak berbatasan langsung dengan batas negara, memiliki ketersediaan lahan dengan status APL, hutan produksi dengan konsesi HTI dan hutan produksi yang bebas konsesi," ucap Bambang Brodjonegoro

Sementara untuk kelemahannya untuk menjadi ibu kota hanya ada dua poin, yaitu rawan banjir pada wilayah yang dekat dengan hulu DAS dan ketersediaan sumber daya air tanah rendah.

"Kalau dilihat dari kelemahannya, lebih sedikit Kalimantan Timur," tegas Bambang. (tim redaksi Diksi)

BACA JUGA: Deretan Meme Banjir Samarinda, Dari Kam Hanyarkah hingga Pak Jaang Dimana

BACA JUGA: Aksi Sosial, Bubuhan Kopi Samarinda Seduhkan Kopi Untuk Korban Banjir

BACA JUGA: Cipayung Plus Kaltim Harap Jokowi-Prabowo Silaturahmi Satu Meja

Ikuti Facebook Diksi.co: 

You Tube Diksi.co: 

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya