Banjir Landa Tenggarong, Akhmed Reza Fahlevi: Penanganan Harus Serius


person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 131 Kali
Banjir Landa Tenggarong, Akhmed Reza Fahlevi: Penanganan Harus Serius

Banjir tinggi di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara

Kelurahan Maluhu, Panji, Sukarame, dan Loa Ipuh menjadi daerah yang terkena banjir parah. Ratusan rumah warga terendam air hingga mencapai  dada orang dewasa.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
10 Juni 2019

DIKSI.CO, TENGGARONG - Kecamatan Tenggarong, Ibu kota Kutai Kartagera sejak Minggu (9/6/2019) dini hari kemarin dilanda banjir di sejumlah Keluarahan.

Kelurahan Maluhu, Panji, Sukarame, dan Loa Ipuh menjadi daerah yang terkena banjir parah. Ratusan rumah warga terendam air hingga mencapai  dada orang dewasa.

Peristiwa ini mendapat perhatian dari Akhmed Reza Fahlevi, Anggota DPRD Kaltim terpilih periode 2019-2024 dari daerah pemilihan (dapil) Kukar.

Reza menyebut pemerintah Kukar harus lebih serius menangani persoalan banjir di Kukar yang menjadi musibah rutin setiap tahunnya.

"Banjir yang ada di Kukar merupakan faktor alam dan sosial. Mungkin nantinya penanganan masalah banjir harus lebih serius lagi. Selain dengan anggaran, faktor lain juga harus di perhatikan, regulasi perizinan contoh izin tambang, perumahan harus di perketat lagi, termasuk kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan," terang Akhmed Reza Fahlevi.

Akhmed Reza Fahlevi, Anggota DPRD Kaltim terpilih periode 2019-2024

Anggota DPRD Samarinda periode 2014-2019 asal Partai Nasdem ini menilai, dalam penyusunan RPJMD, Pemkab Kukar harus memfokuskan pada persoalan penanganan banjir.

"Menjalankan dan menuntaskan program sesuai RPJPD dan RPJMD. Harus lebih Pro Aktif lagi menyelesaikan permasalahan banjir di Kukar," lanjutnya.

Untuk menangani persoalan banjir yang mendera Tenggarong beberapa hari terakhir ini, Reza meminta agar Pemkab Kukar segera menyiapkan solusi jangka pendek bagi masyarakat yang terkena dampak.

"Ya evakuasi, tenda tempat tinggal sementara, fasilitas dapur umum, MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan lain-lain yang bersifat sementara segera diadakan untuk menampung warga yang terkena musibah," tutup Reza. (tim redaksi Diksi) 

BACA JUGA: Pelajar SMP Meninggal di Lubang Tambang Muara Kaman Kukar, Jadi Korban Keempat di Pemerintahan Isran Noor-Hadi Mulyadi

BACA JUGA: Profil Tsamara Amany Caleg Raih Suara Terbanyak di Singapura, Tetapi Gagal Lolos ke Senayan

BACA JUGA: Ketua KPPS di Samarinda Meninggal Dunia, Diduga Kelelahan saat Pemilu

Ikuti Facebook Diksi.co: 

 

You Tube Diksi.co: 

 

 

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya