15 Orang Masuk dalam Pemantauan Covid-19 Berstatus Negatif, Kepala Diskominfo Samarinda: Tidak Usah Dibesar-besarkan


person access_time 2 years ago remove_red_eyeDikunjungi 614 Kali
15 Orang Masuk dalam Pemantauan Covid-19 Berstatus Negatif,  Kepala Diskominfo Samarinda: Tidak Usah Dibesar-besarkan

Data pemantauan Covid-19 yang dirilis Diskominfo Kota Samarinda, Kamis (12/3/2020)/HO

Beredar kabar 15 warga Samarinda masuk dalam pemantauan Covid-19 atau virus corona oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda.

Ditulis Oleh: Achmad Tirta Wahyuda
12 Maret 2020

DIKSI.CO, SAMARINDA- Beredar kabar 15 warga Samarinda masuk dalam pemantauan Covid-19 atau virus corona oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda.

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Diskominfo Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah mengaku baru mengetahui informasi tersebut.

Namun Aji membenarkan, Diskominfo telah merilis data pemantauan Covid-19. Data tersebut bersumber dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan beberapa sumber lain.

"Ya, kebetulan dari DKK yang dari 112 ada 6, sisanya itu dari DKK, puskesmas dan dari sumber lain," ungkapnya, saat dikonfirmasi Diksi.co via WhatsApp seluler, Kamis (12/3/2020) malam.

Diskominfo hanya diminta membuat infografis berdasarkan data yang dirilis oleh DKK. Namun secara teknis pihaknya tidak mengetahui secara pasti seperti apa sumber data itu diperoleh.

Aji menegaskan, Diskominfo hanya berperan sebagai published. "Sumber datanya dari DKK, Diskominfo cuma published saja," tegasnya.

Selain itu, ia menyanyangkan dalam menyebarkan informasi pihaknya tidak mencantumkan dari mana sumber data diperolah.

"Itu tidak dicantumkan di bagian bawahnya dari DKK, seolah-olah dari Diskominfo itu mengumumkan, tadi juga saya tegur anak-anak, agar tidak langsung mengeluarkan tapi tidak menyebutkan sumber datanya dari mana," jelasnya.

"Jadi gini, kalau menurut saya tidak usah terlalu dibesar-besarkan, itu kan baru pemantauan belum positif Covid-19, jadi tidak perlu dikhawatirkan," imbaunya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda Dr Osa Rafshodia membenarkan hal tersebut.

"Benar. Orang itu baru dalam pemantauan jadi bukan terdiagnosa corona, cuma betul," ucapnya.

Dr Osa membenarkan jumlah orang yang tengah dipantau ada 15 orang. "Tetapi tidak ada isolasi dan tidak ada kenaikan status," timpalnya.

Ia juga menyatakan bahwa status dari ke 15 orang tersebut bisa disebut negatif.

"Iya bisa dibilang begitu, karena dari informasi itu pasti ditulis," jelasnya. (tim redaksi Diksi)

Saefuddin Zuhri/Diksi.co



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya

google.com, pub-8789333855088993, DIRECT, f08c47fec0942fa0