Termakan Mitos, Ini Alasan Pria yang Aniaya Anjing di Bali


person access_time 2 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 29 Kali
Termakan Mitos, Ini Alasan Pria yang Aniaya Anjing di Bali

Termakan Mitos, Ini Alasan Pria yang Aniaya Anjing di Bali / reuters

Menurutnya, proses penyembelihan anjing membutuhkan waktu dua jam. Setelah dipukuli, anjing kemudian direbus untuk menghilangkan bulunya.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
29 Juni 2020

DIKSI.CO - Berita nasional yang dikutip DIKSI.CO tentang kasus penganiayaan seekor anj*ng di Bali.

Kasus penganiayaan anj*ng di Bali berlanjut ke jalur hukum. Kejadian yang mirip juga ada di Solo. Karena mitos daging anj*ng lebih enak jika dipukuli sebelum dikonsumsi.

Salah satu pedagang kuliner anj*ng, S, mengatakan mitos tersebut memang diyakini oleh para pengusaha kuliner ekstrem itu. Rasa daging dinilai berbeda jika disembelih dengan cara biasa.

"Memang betul mitosnya seperti itu, rasanya lebih enak katanya," kata dia saat ditemui di warungnya, kawasan Banjarsari, Solo, Senin (29/6/2020).

Namun dia juga menyebut alasan lain para pedagang memukuli anj*ng terlebih dahulu sebelum memasak. Yakni karena mereka khawatir digigit saat menyembelih.

"Takut digigit kalau disembelih dengan cara biasa. Makanya anj*ng dimasukkan ke dalam karung dulu, baru dipukuli sampai mati, baru diproses," katanya.

Menurutnya, proses penyembelihan anj*ng membutuhkan waktu dua jam. Setelah dipukuli, anj*ng kemudian direbus untuk menghilangkan bulunya.

"Setelah itu kita cuci pakai sabun sampai bersih. Kemudian baru dipotong, dicacah, baru dimasak. Jadi memang kita bersihkan sampai steril, karena untuk dikonsumsi," ujar dia.

Dia juga menjelaskan bahwa para pedagang hanya menggunakan anj*ng jenis liar. Dia mengaku tidak pernah menggunakan jenis anj*ng peliharaan.

"Biasanya beli dari Jawa Barat, Jawa Timur, itu anj*ngnya jenis liar, bukan peliharaan, anj*ng hias. Karena rasanya juga tidak enak," kata dia.

Sementara itu, koordinator komunitas Dog Meat Free Indonesia (DMFI) Solo, Mustika, menilai seharusnya proses hukum juga diterapkan secara tegas kepada pedagang kuliner anj*ng. Sebab mereka juga termasuk melakukan penganiayaan terhadap anj*ng.

Seperti di Bali, empat tersangka pemukulan anj*ng dijerat dengan Pasal 302 KUHP tentang Penganiayaan Hewan. Mereka diancam hukuman 9 bulan penjara.

"Yang mereka lakukan itu kejam, bahkan saya anggap mereka itu punya masalah kejiwaan. Sebenarnya regulasinya sudah ada, tapi tergantung pemerintah mau menerapkannya atau tidak. Kita selama ini sudah mendorong," ujar Mustika saat dihubungi detikcom.

Menurutnya, tidak hanya proses penyembelihan yang dia soroti. Namun proses sebelum ke tangan pedagang pun dinilai sudah terjadi pelanggaran.

DMFI telah melakukan investigasi. Hasilnya, banyak anj*ng yang diperoleh dengan cara mencuri. Dalam prosesnya, anj*ng juga disebut mendapat perlakuan tidak layak, bahkan bisa membahayakan manusia.

"Dari proses pencarian anj*ng itu kan dilakukan dengan cara pencurian, kemudian anj*ng dikumpulkan hingga jumlah tertentu, membutuhkan waktu lama. Dalam waktu itu, anj*ng mengalami kondisi tidak layak, hingga hewan seperti gila, dan itu bisa menyebabkan rabies," tutupnya. (*)

 

Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul "Penganiayaan Anjing di Bali, Ada Mitos Daging Anjing Lebih Enak Jika Dipukuli", https://food.detik.com/berita-boga/d-5072953/penganiayaan-anj*ng-di-bali-ada-mitos-daging-anj*ng-lebih-enak-jika-dipukuli?tag_from=wp_nhl_60&_ga=2.160127605.999314556.1593432853-567400411.1575981632

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya

DIKSI.co

DIKSI.co, Kota Samarinda. 1,765 likes · 480 talking about this. Media dalam jaringan di Kalimantan Timur, disajikan dengan santai dan lugas.