Soal Isu Nepotisme di Pengangkatan Pengawas Perusda Benuo Taka, Umry Has Firdauzy Sebut Seperti Mengarang Bebas


person access_time 6 months ago remove_red_eyeDikunjungi 1451 Kali
Soal Isu Nepotisme di Pengangkatan Pengawas Perusda Benuo Taka, Umry Has Firdauzy Sebut Seperti Mengarang Bebas

Ketua Dewan Pengawas perusahaan Daerah Benuo Taka, Muhammad Umry Has Firdauzy

Untuk diketahui, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM), membuat laporan polisi untuk salah satu media massa yang beroperasi di wilayah PPU.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
10 Mei 2019

DIKSI.CO, BALIKPAPAN - Adanya pemberitaan yang disebut bernada tendesius seputar pengangkatan Dewan Pengawas perusahaan Daerah Benuo Taka akhirnya berujung di kepolisian.

Pasalnya, Pemkab PPU melalui Bupati Abdul Gafur Mas'ud (AGM) merasa dirugikan.

Bahkan menganggap pemberitaan salah satu media di Kaltim tersebut merupakan berita bohong atau hoaks.

Informasi terakhir laporan tersebut masih dalam proses penyelidikan Polres PPU.

Dalam pemberitaan yang dimuat media tersebut, dianggap tendensius mengarahkan adanya praktik nepotisme dalam pengangkatan Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Benuo Taka.

Penelusuran tim redaksi Diksi, Muhammad Umry Has Firdauzy, orang yang disebut diangkat sebagai Dewan Pengawas Perusda lantaran kedekatan dan mantan timses Bupati PPU pun angkat suara

Umry Has Firdauzy mengaku keberatan dengan pemberitaan yang menyebut namanya namun tak ada upaya konfirmasi dari wartawan media tersebut sebelumnya.

Dengan pemberitaan tersebut selain merusak citra Bupati, tentunya dapat mengganggu jalannya roda pemerintahan PPU.

 "Tak ada konfirmasi ke kami (dirinya atau AGM). Tak ada konfirmasi ke saya, seperti mengarang bebas saja," ungkapnya.

Tenaga Ahli Bupati Bidang Investasi, Ekonomi dan Pembangunan Daerah ini juga menegaskan bahwa pengangkatan dirinya sebagai Denwas telah melalui mekanisme yang benar.

Saat muncul berita tersebut ia kaget, bagaimana mungkin media mengeluarkan produk jurnalistik yang menyeret namanya, namun sama sekali tak ada upaya konfirmasi.

"Kadung Bupati tersinggung, beliau lapor ke kepolisian. Sebab beritanya cenderung tendensius, beropini negatif, menggangu citra akhirnya. Perekrutan saya melalui mekanisme yang benar, sesuai kompetensi, bukan karena kedekatan atau timses yang dituding dan saya juga bukan timses," jelasnya.

Ia pun membeberkan kronologi pengangkatan dirinya.

Disampaikan, sebelum pengangkatan dirinya, memang sudah ada kekosongan jabatan di Dewan Pengawas Perusda PPU. Lantaran salah satu dewan pengawas ada yang ikut kontestasi politik Pemilu Legislatif 2019 alias nyaleg.

"Ada yang melakukan pencalegan beberapa waktu lalu, kalau jadi Bawas Perusda gak boleh nyaleg. Ada peraturannya itu, makanya digugurkan dan kosong," katanya.

Kekosongan itu dievaluasi Bupati AGM, agar Perusda bisa maju dan berkembang, sejalan dengan pertumbuhan daerah dan berkontribusi positif kepada pendapatan daerah. Ia pun melakukan pengangkatan untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, dipilihlah dirinya.

"Karena Bupati menilai saya punya kompetensi di bidang itu. Selain itu sebagai tenaga ahli investasi ekonomi dan pembangunan daerah banyak sekali gagasan strategik kami diskusikan bersama untuk diimplementasikan guna meningkatkan perekonomian daerah maka diputuslah saya mengisi kekosongan sebagai pejabat PAW," selorohnya.

Dirinya pun diangkat sebagai Ketua Dewan Pengawas, untuk mengawal rencana strategik sesuai visi misi Bupati dapat segera diimplementasikan. Usai diangkat, Umry mengaku langsung melakukan pekerjaan. Ia melakukan pekerjaan inventarisir, auditing dan inspeksi kepada Perusda Benuo Taka.

Untuk diketahui, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM), membuat laporan polisi untuk salah satu media massa yang beroperasi di wilayah PPU.

AGM yang dikonfirmasi berkata pihaknya merasa kecewa dengan adanya pemberitaan negatif, dengan menuding tanpa dasar yang jelas. Bahkan menurutnya mengarah ke pemberitaan Hoaks dalam penunjukan dewan pengawas Perusda Benuo Taka.

“Menindaklanjuti adanya sebuah pemberitaan di Koran (8/5/2019). Saya sudah mengutus Pak Andi Risaldy selaku Kabag Hukum, Pemkab PPU untuk melaporkan di kepolisian,” ujarnya.

Dirinya menyesalkan adanya tudingan penunjukan Dewan Pengawas Perusda, lantaran yang bersangkutan mantan timses dirinya pada Pemilukada 2018 lalu.

Lebih-lebih berita itu keluar tanpa adanya konfirmasi lebih lanjut kepada dirinya maupun ketua timses pemenangan AGM-Hamdam.

“Saya rasa bisa dikonfirmasi kepada ketua tim sukses kami, penunjukan Muhammad Umry Hasfirdauzy bukan di dasarkan kedekatan bahkan ia pun tak termaksud dalam tim pemenangan AGM-Hamdam,” ujar AGM. (tim redaksi Diksi)

BACA JUGA: Pelajar SMP Meninggal di Lubang Tambang Muara Kaman Kukar, Jadi Korban Keempat di Pemerintahan Isran Noor-Hadi Mulyadi

BACA JUGA: Profil Tsamara Amany Caleg Raih Suara Terbanyak di Singapura, Tetapi Gagal Lolos ke Senayan

BACA JUGA: Ketua KPPS di Samarinda Meninggal Dunia, Diduga Kelelahan saat Pemilu

 

Ikuti Facebook Diksi.co: 

 

You Tube Diksi.co: 

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya