Gunakan Pakaian untuk Mengelap Air Seni, Nenek 66 Tahun di Kukar Babak Belur Dianiaya Cucu


person access_time 4 months ago remove_red_eyeDikunjungi 114 Kali
Gunakan Pakaian untuk Mengelap Air Seni, Nenek 66 Tahun di Kukar Babak Belur Dianiaya Cucu

Wahyudi (baju oranye) saat menjalani proses pemeriksaan di Polsek Muara Jawa, Kukar, Kaltim, setelah terbukti melakukan penganiayaan pada sang nenek hingga babak belur

Hanya karena permasalahan sepela, seorang cucu di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) tega menganiaya neneknya yang telah berusia 66 tahun, bernama Misah hingga babak belur.

Ditulis Oleh: Muhammad Zulkifly
23 Mei 2022

DIKSI.CO, SAMARINDA - Hanya karena permasalahan sepela, seorang cucu di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) tega menganiaya neneknya yang telah berusia 66 tahun, bernama Misah hingga babak belur.

Informasi dihimpun, cucu tersebut bernama Wahyudi. Pemuda 18 tahun itu bahkan diketahui dua kali menganiaya sang nenek hanya karena permasalahan sepele.

Permasalahannya yakni, sang nenek yang sudah lanjut usia dan mulai pikun kerap menggunakan pakaian sang cucu untuk mengelap air seninya.

Melihat pakaiannya digunakan sang nenek untuk mengelap air seni, Wahyudi pun sontak naik pitam dan tega menganiayanya.

Kasus itu kini tengah ditangani petugas, dan Wahyudi pun telah diamankan di balik kurungan besi akibat perbuatannya.

"Benar kasusnya kini sudah kami tangani. Kasus itu pertama kali dilaporkan oleh Rahmad anak korban, yang juga merupakan paman pelaku pada Sabtu (21/5/2022) kemarin," Ucap Kapolres Kukar AKBP Arwin Amrih Wientama melalui Kapolsek Muara Jawa Iptu Rachmat Andhika Prasetyo saat dikonfirmasi Senin(23/5/2022).

Lanjut dijelaskan Iptu Rachmat, sejatinya pelaku dan korban tinggal di satu atap yang sama. Selain berdua, di rumah itu juga tinggal ibu pelaku yang merupakan anak korban.

Namun saat Wahyudi dengan tega menganiaya sang nenek, ibu pelaku tak bisa berbuat banyak.

"Korban mengalami memar di bagian tangan kanan dan mata sebelah kiri. Betul, penganiayaan serupa sudah terjadi dua kali, pertama pada 12 Mei dan terkahir pada 18 Mei kemarin," imbuhnya.

Saat penganiayaan pertama, pada 12 Mei pekan lalu, Wahyudi memukul tangan kanan Misah dengan tangan kosong.

Kemudian tanggal 18 Mei, Wahyudi kembali menganiaya Misah dengan menonjok mata kiri korban sementara kepala dan kaki nenek itu dihantam menggunakan gayung mandi sebanyak 3 kali.

"Untuk motifnya, pelaku ini kesal karena pakaiannya digunakan korban untuk mengelap air seninya, ya karena kondisi sang nenek sudah tua dan mulai pikun," tambahnya.

Penganiayaan Wahyudi terhadap sang nenek akhirnya terbongkar tatkala, Rahmad pamannya bertandang untuk menjenguk sang ibu.

"Setelah itu, saksi kemudian memberikan laporan dan anggota segera merespon dan saat itu juga langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku," terangnya.

Kendati sempat mengelak, namun Wahyudi akhirnya mengakui semua perbuatannya. Yakni dirinya telah tega menganiaya sang nenek lantaran kesal.

"Ya saat ini pelaku sudah kami amankan dan sedang menjalani proses lanjutan. Sedangkan untuk barang bukti yang kami amankan berupa satu buah gayung mandi yang digunakan pelaku untuk melakukan penganiayaan," pungkasnya. (tim redaksi)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya

google.com, pub-8789333855088993, DIRECT, f08c47fec0942fa0