BNNP Kaltim Blender Sabu dan Pil Ekstasi dari Pengungkapan Kasus 2 Tersangka Asal Kukar dan Samarinda


person access_time 6 days ago remove_red_eyeDikunjungi 35 Kali
BNNP Kaltim Blender Sabu dan Pil Ekstasi dari Pengungkapan Kasus 2 Tersangka Asal Kukar dan Samarinda

Petugas BNNP Kaltim saat memusnahkan barang bukti dari dua tersangka yang mereka amankan pada November silam/ Diksi.co

Barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara diblender dan kemudian dilarutkan kedalam air dan dibuang ke saluran pembuangan.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
02 Desember 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA - Banda Narkotika Nasional Indonesia (BNNP) Kaltim, Senin (02/11/2019) sore tadi melakukan pemusnahan barang bukti berupa sabu dan pil ekstasi dengan cara memblendernya menjadi bubur.

Hal ini dilakukan satuan anti narkotika di kantornya, Jalan Rapak Indah, Kecamatan Sungai Kunjang. 

Pemusnahan barang bukti narkotika tersebut dilakukan dari dua tersangka yakni Dedi Santoso yang diamankan pada Jumat (08/11/2019) lalu sekitar pukul 17.30 Wita, di Jalan Moh Hatta, Desa Handil III, RT 21, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kukar dengan barang bukti dua paket narkotika seberat 11,90 gram/brutto.

Satu lagi, petugas dapati dari Nasrul alias Asrul, yang diamankan Selasa (19/11/2019) sekitar pukul 14.30 Wita, di Jalan Juanda No.79, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, dengan barang bukti 24 kantong narkotika jenis sabu seberat 29,23 gram/brutto dan dua kantong narkotika jenis ekstasi sebanyak 6 butir seberat 3,43 gram/brutto.

Barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara diblender dan kemudian dilarutkan kedalam air dan dibuang ke saluran pembuangan.

Iklan Apri Gunawan/ Diksi.co

Kabid Pemberantasan BNNP Kaltim, AKBP Halomoan Tampubolon mengatakan pemusnahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Untuk pemusnahan kali ini untuk kasus dua tersangka yang diamankan di bulan November lalu. 

"Barang bukti yang kami musnahkan ini dari dua tersangka yang kami amankan di November kemarin," tuturnya.

Dan tambah dia untuk pemusnahan dihadiri perwakilan dari Polresta Samarinda, Kejaksaan, BPOM serta Dinkes.

"Jadi, sebelum dimusnahkan, kami juga ada menyisakan untuk dilakukan uji di laboratorium, sedangkan lainnya dimusnahkan," tutupnya. (tim redaksi Diksi)

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya