7 Tersangka Kerusuhan Papua Ditahan di Kaltim, Kuasa Hukum Minta Segera Dipulangkan


person access_time 3 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 65 Kali
7 Tersangka Kerusuhan Papua Ditahan di Kaltim, Kuasa Hukum Minta Segera Dipulangkan

7 tersangka kerusuhan Papua yang ditahan di Kaltim/ HO

Buktar Tabuni, Agus Kossay, Fery Kombo, Alexander Gobay, Steven Itlay, Hengki Hilapok, dan Irwanus Uropmabin yang saat ini berstatus tersangka dan ditahan di Polda Kalimantan Timur berharap dapat dipulangkan kembali ke Papua agar dapat berinteraksi dan dikunjungi oleh keluarga  mereka yang seluruhnya berdomisili di Papua.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
14 November 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA - Buktar Tabuni, Agus Kossay, Fery Kombo, Alexander Gobay, Steven Itlay, Hengki Hilapok, dan Irwanus Uropmabin yang saat ini berstatus tersangka dan ditahan di Polda Kalimantan Timur berharap dapat dipulangkan kembali ke Papua agar dapat berinteraksi dan dikunjungi oleh keluarga  mereka yang seluruhnya berdomisili di Papua.

Hal ini disampaikan oleh Ni Nyoman Suratminingsih salah satu Kuasa Hukum para tersangka setelah membesuk ke tujuh tahanan politik Papua tersebut di ruang tahanan Polda Kalimantan Timur pada Rabu (13/11/2019).

“Besar harapan dari tujuh tahanan politik Papua yang saat ini ditahan untuk segera dipulangkan ke Jayapura agar dapat dikunjungi oleh keluarga mereka,” ungkapnya.

Sebelumnya, dari press release Ni Nyoman Suratminingsih sampaikan pihak kepolisian menolak permintaan keluarga untuk memulangkan tujuh tahanan politik Polda Papua  dengan alasan sebagai langkah pihak kepolisian untuk melindungi kepentingan umum yang lebih besar pasca terjadinya kerusuhan di Papua pada bulan agustus 2019.

“Pada prinsipnya kami menghargai langkah preventif pihak kepolisian untuk melindungi kepentingan umum, namun langkah tersebut tidak serta merta mengenyampingkan sisi kemanusiaan dan dan kondisi psikologis, mengingat klien kami memiliki keluarga yang ingin bertemu dan berinteraksi dengan mereka, namun terkendala jarak antara Jayapura dan Balikpapan dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit," ujarnya.

Iklan Apri Gunawan/ Diksi.co

Ni Nyoman menambahkan sudah sewajarnya jika para tersangka, meminta untuk dipulangkan mengingat sejak awal proses pemindahan dari rutan Polda Papua ke Polda Kaltim pada tanggal 4 Oktober 2019 hanya didasarkan pada surat direskrimum Polda Papua Nomor : B/816/X/RES.1.24/2019/Direskrimum, tertanggal 4 Oktober 2019 yang dilakukan pihak kepolisian menyalahi prosedur.

“Jika merujuk pada ketentuan Pasal 84 dan 85 KUHAP bahwa  Pengadilan Negeri atau Kejaksaan Negeri memiliki wewenang untuk mengatur pemindahan tahanan oleh karenanya tindakan pihak kepolisian yang melakukan pemindahan tahanan terhadap klien kami menyalahi prosedur,”jelasnya.

Lebih lanjut, ketujuh tahanan politik papua yang ditahan di Rutan Polda Kaltim merupakan pemimpin aktivis mahasiswa dan aktivis politik papua ditangkap oleh Pihak kepolisian pada tanggal 5 September 2019 – 17 September 2019 pasca terjadinya kerusuhan di Papua bulan Agustus 2019.

“Terhitung  lebih dari 40 hari ditahan di Balikpapan sejak ditangkap hingga hari ini pula mereka tidak pernah berinteraksi dengan keluarganya. Tentunya secara psikologis menggangu klien kami oleh karena itu kami selaku kuasa hukum berharap pihak kepolisian memulangkan mereka kembali ke Polda Papua untuk menjalani proses hukumya disana sehingga selama ditahan dapat sewaktu-waktu dikunjugi keluarganya,” katanya. (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya