Gudang Sekolah di Samarinda Disulap Jadi Lokasi Pembuatan Pil Koplo, Modalnya Ternyata…

DIKSI.CO, SAMARINDA – Kasus gudang sekolah menengah pertama (SMP) 34 Samarinda yang disulap menjadi gudang pembuatan pil yang diduga sebagai pil koplo rupanya menguat fakta baru. Pelaku atas nama Kushelianto (49) yang bekerja sebagai penjaga sekolah rupanya bertindak nekat menjalani bisnisnya itu dengan menggadaikan surat tanah milik iparnya. 

Modal yang didapat dari hasil gadai tanah digunakannya untuk memulai bisnis haram. Namun saat baru memulai bisnisnya itu, Kushelianto keburu ditangkap polisi, pada Sabtu (28/11/2020) lalu. 

Kushelianto diringkus tanpa perlawanan oleh Satreskoba Polresta Samarinda di sebuah gudang SMP Negeri 34, Jalan Aminah Syukur, Kecamatan Samarinda Kota.

Diketahui gudang di sekolah itu, sudah sebulan terakhir diubah Kushelianto menjadi sebuah pabrik produksi obat keras yang masuk dalam daftar G (Gevaarlijk) tersebut. Dari tangannya, polisi berhasil mengamankan ribuan pil beserta bahan baku dan alat produksinya.

Akibat perbuatannya mengolah obat-obatan terlarang, kini Kushelianto harus menikmati masa tuanya didalam penjara. Kepada media ini, Kushelianto menyampaikan, bahwa niatnya memulai bisnis terlarang itu atas bujukan rekannya berinisial PR. Yang saat ini masih menjadi buronan polisi.

Kushelianto dengan lugunya berkata, bahwa dia ingin sekali mengikuti jejak teman yang dikenalnya semasa sekolah dahulu itu. Disebutnya kini PR telah sukses, berkat mongolah dan mengedarkan double L.

“Saya tergiur ajakan teman saya (PR), dia sekarang punya rumah banyak sama mobil. Dia bilang ikut bisnisnya dia saja. Katanya dia, karena bisnis itu, tidak sampai setahun, dia sudah bisa beli banyak rumah dan punya mobil,” terang Kushelianto ketika ditemui di Mapolresta Samarinda, Rabu (2/12/2020).

Bosan hidup serba terbatas, Kushelianto akhirnya tergiur untuk mencari peruntungan dengan terjun ke dalam lingkaran peredaran obat-obatan terlarang. 

“Katanya kalau mau usaha itu, bisa pesan ke dia. Alat-alat sama bahannya didatangkan dari Jakarta. Jadi saya tinggal mencari modal,” sambungnya.

Kushelianto sempat berpikir keras, untuk mencari modal membeli peralatan produksi dan bahan baku membuat double L. Hingga akhirnya pria 49 tahun itu mendatangi saudara iparnya, dengan meminta tolong untuk dipinjamkan surat tanah untuk digadaikan. Kepada iparnya itu, Kushelianto mengaku hendak membuka usaha obat medis.

Singkat cerita, surat tanah yang ada digenggaman digadaikan ke salah satu bank. Dari sana ia mendapatkan uang sebesar Rp50 juta. 

“Rp 25 juta saya kasih ke istri untuk renovasi rumah. Sisanya saya pakai buat modal beli bahan sama alatnya ke PR,” ucapnya.

Sementara itu, kepada istri, Kushelianto mengaku modal Rp25 juta itu hendak digunakan membuka usaha jual beli besi tua bersama PR. 

“Alat dan bahannya ini datang bulan Oktober,” ujarnya.

Selang beberapa hari kemudian, bahan baku dan peralatan produksi pun tiba melalui jasa pengiriman barang. Lantaran belum memiliki tempat untuk meracik double L, Kushelianto kemudian menaruh peralatan dan bahan baku itu ke Gudang Sekolah tempatnya bekerja.

“Saya diajarkan bagaimana cara mencetak pil. Saya juga dijanjikan PR, nanti setelah mencetak pil, dia yang bertugas memasarkan, tidak sampai setahun pasti ada hasil katanya. Jadi nanti saya bisa langsung tebus surat tanah dan nikmati hasil keuntungan,” katanya.

Setelah mendapatkan ilmu dari PR, Kushelianto langsung memulai meracik didalam gudang kecil SMP Negeri 34 itu.  Disebutkannya tutorial cara meracik pil koplo yang diajarkan oleh PR. 

Namun, berjalannya waktu, pil racikan Kushelianto hasilnya tak sempurna. Kebanyakan pil koplo yang dia buat mudah hancur. Namun saat hendak bertanya lagi cara membuat double L, PR sudah tak dapat dihubungi maupun ditemui. 

Meski PR tak dapat lagi dihubungi, tak membuat Kushelianto patah arang. Dia tetap berusaha meracik sendiri. Dengan mencari tutorial membuat di YouTube. Dari sana ia mendapatkan nama bahan baku campuran untuk memadatkan pil.

Sejak itu, ia mampu memproduksi pil sendiri dalam jumlah banyak. Perharinya Kushelianto mampu menghasilkan 300 butir. Pil koplo yang berhasil ia racik kemudian ia kumpulkan. Namun belum sempat diedarkan, dia sudah keduluan ditangkap polisi.

“Saya belum edarkan, saya bingung juga mau di jual ke mana. Kemarin yang mau memasarkan kan PR. Jadi saya cuman buat saja,” ucapnya.

Kushelianto mengaku menyesal telah memeluai bisnis memproduksi double L. Karena bujukan PR kini dia harus mendekam di penjara. Dengan meninggalkan beban utang pada saudara iparnya. 

Terpisah, Kasat Reskoba Polresta Samarinda AKP Andika Dharma Sena, melalui Iptu Abdillah Dalimunthe mengungkapkan, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dalam kandungan pil yang dibuat oleh tersangka.

“Hasilnya belum keluar, kami masih menunggu. Yang diuji ada alat bahan dan pilnya,” ungkapnya.

“Yang jelas itu campurannya ada dua bahan serbuk, obat sirup maag. Dan setelah berhasil membuat, dia tinggal mencari logo untuk pil hasil produksinya yang belum dia dapat,” sambungnya.

Dalimunthe membenarkan bahwa pelaku membuat pil, hanya berbekal dari menonton video tutorial yang terdapat di youtube.

Dalimunthe membeberkan, dari hasil pengungkapan kasus tersebut, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. 

Yakni berupa empat poket berisikan pil racikan obat keras tanpa merk double L sebanyak 3.300 butir, Satu poket berisikan enam butir/pil double L, satu buah sendok, satu buah ulekan, satu buah layah, satu ember berisikan serbuk dan satu botol berisikan cairan merk Revanal.

Kemudian satu botol obat magh merk Mylanta, 1 satu poket besar berisikan serbuk seberat 40,4 Gram, satu poket besar berisikan serbuk seberat 3,9 Gram Brutto serta satu poket besar berisikan serbuk seberat 89,3 Gram Brutto.

Lalu ada pula satu buah saringan, dua bendel plastik ukuran besar, satu buah oven microwave, satu unit alat pencetak pil, satu buah nampan alumunium, satu unit HP Android Samsung warna gold.

Dalimunthe mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Selain itu pihaknya masih mengejar tersangka lain berinisial PR, yang disebut sebagai penyalur alat maupun bahan. 

Selain itu, dia menegaskan bahwa Double belum sempat diedarkan. Belum ada indikasi keterlibatan pihak sekolah atas tindakan tersangka. Diketahui bahwa tersangka sengaj memproduksi dengan memanfaatkan situasi sekolah yang dalam keadaan kosong selama pandemi Covid-19.

“Kalau indikasi itu diedarkan di sekolah kami belum bisa pastikan, masih akan kami dalami lagi keterangan pelaku, karena dia mengaku belum ada dijual, apalagi sekolah masih libur,” terangnya.

Disinggung terkait peredaran pil koplo jenis  selama dua tahun terakhir dengan melibatkan pelajar sekolah, Dalimunthe mengatakan pihaknya belum ada menangani kasus tersebut. 

“Selama tahun 2019 sampai akhir tahun ini, baru dua yang kami tangani terkait peredaran double L. Namun tidak ada pelajar yang terlibat,” pungkasnya. (tim redaksi Diksi) 

 

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button