Usung Konsep Makan Durian Sepuasnya, Ratusan Warga Padati Taman Lampion Garden Samarinda


person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 419 Kali
Usung Konsep Makan Durian Sepuasnya, Ratusan Warga Padati Taman Lampion Garden Samarinda

Warga menikmati buah durian di Taman Lampion Garden/ Diksi.co

Dijelaskan, Ketua Panitia acara Krisdiyanto, untuk berpartisipasi dalam acara pesta durian masyarakat masyarakat cukup mengeluarkan kocek Rp 100 ribu untuk menikmati buah durian sepuasnya.

Ditulis Oleh: Achmad Tirta Wahyuda
01 Februari 2020

DIKSI.CO, SAMARINDA - Malam Minggu warga Samarinda bisa dipastikan berbeda dan menyenangkan. Terlebih para penikmat buah durian.

Keramaian terlihat di salah satu taman yang terletak di pinggir jalan utama kota Samarinda, tepatnya di Taman Lampion Garden. Warga berbondong-bondong datang membawa sanak saudara untuk menikmati durian sepuasnya.

Acara pesta durian tersebut di selenggarakan oleh Manajemen Mahakam Lampion Garden dan bekerja sama dengan Perhimpunan Usaha Tempat Rekreasi Indonesia.

Dijelaskan, Ketua Panitia acara Krisdiyanto, untuk berpartisipasi dalam acara pesta durian masyarakat masyarakat cukup mengeluarkan kocek Rp 100 ribu untuk menikmati buah durian sepuasnya.

Tema acara yang diusung adalah Dari Lembo ke Tepian, tema ini diakui Krisdiyanto berangkat dari sebuah kebudayaan yang bernama Lembo.

"Jadi ada beberapa tema yang diangkat, tema pertama adalah Dari Lembo ke Tepian. Lembo adalah salah satu budaya tanaman hutan yang berasal dari nenek moyang. Lembo sendiri adalah tanaman hutan dalam bentuk kebun," ujar Krisdiyanto, Sabtu (1/2/2020) malam.

Yang menjadi keunikan acara ini adalah durian yang dijual bukan durian sembarang durian melainkan durian yang umurnya sudah mencapai 50 tahun lebih.

"Durian-durian yang disediakan bukan durian-durian peraman, melainkan durian yang umurnya sudah mencapai 50 tahun hingga ratusan tahun, dan itu yang kami datangkan ke Tepian. Makanya temanya Dari Lembo ke Tepian," ungkapnya.

Dengan menggaet Brand Durian Kita yang merupakan salah satu brand durian lokal di Samarinda, panitia pelaksana memiliki keunggulan dalam tawaran konsep terhadap para pembeli yaitu barang rusak diganti sepenuhnya.

"Jadi kalau orang-orang takut beli durian zonk isinya, disini kami menjamin akan mengganti sepenuhnya. Meskipun sudah dibawa pulang ternyata zonk tinggal dibawa kembali kami akan ganti dengan harga yang sama dan ukuran yang sama," jelasnya.

Kris sapaan akrabnya menuturkan, meski penyelenggaraan acara ini berbayar tidak menyurutkan antusias warga untuk hadir dan berpartisipasi.

"Di daerah-daerah lain sudah sering diselenggarakan acara pesta durian seperti ini. Tapi meski di Samarinda acara ini berbayar antusias warga tetap tinggi. Jam 6 sore slot sudah tutup dengan peserta pendaftar sekitar 300 orang dan panitia menyiapkan sekitar 2500 durian baik untuk di jual langsung maupun yang disediakan untuk peserta" terangnya.

Selain itu, di sisi medis sebagai langkah antisipasi akan terjadinya hal yang tidak diinginkan, panitia sebelumnya telah memberi imbauan kepada para peserta untuk berhenti makan ketikan mulai mengalami rasa mual karena mengkonsumsi durian.

"Kami hanya memberi imbauan kepada peserta, makan lah sekenyangnya tetapi jangan sampe mual apalagi muntah, jika muntah langsung segera kita tangani," pungkasnya.

Sebagai reward atau hadiah untuk para pemenang yang mampu makan sebanyak-banyaknya, panitia penyelenggara menyediakan voucher menginap di salah satu hotel berbintang dan voucher bepergian di beberapa destinasi wisata di Samarinda.

Diketahui acara ini dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pariwisata Samarinda I Gusti Ayu Sulistiyani.

Dari sisi Pariwisata, I Gusti Ayu Sulistiyani menilai bahwa acara semacam ini dapat meningkatkan promosi pariwisata Samarinda melalui keunggulan hasil perkebunan seperti buah durian.

"Sangat positif dan kami mendukung sekali acara seperti ini, karena ini adalah salah satu bentuk promosi daripada pariwisata kita. Selain mempromosikan destinasinya juga mempromosikan Samarinda yang memiliki buah durian dengan kualitas yang tak kalah dari daerah lain," tuturnya.

Dikatakan I Gusti Ayu Sulistiyani, jika acara ini berjalan secara continue, tidak menutup kemungkinan Dinas Pariwisata akan memasukan kegiatan ini ke Calender Of Event Samarinda.

"Kalau misalnya ini rutin dilaksanakan setiap tahun bisa jadi kita akan masukan ke dalam Calendar Of Event Samarinda," pungkasnya. (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya