Temui Mitra Penyalur, Pertamina Patra Niaga Yakinkan BBM Legal Lebih Menguntungkan


person access_time 3 years ago remove_red_eyeDikunjungi 726 Kali
Temui Mitra Penyalur, Pertamina Patra Niaga Yakinkan BBM Legal Lebih Menguntungkan

Pertemuan dengan mitra penyalur BBM yang dilakukan Pertamina Patra Niaga di Hotel Harris Samarinda, Rabu (20/11/2019)/ Diksi.co

Bertempat di Hotel Harris Samarinda, Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang industri trading Bahan Bakar Minyak (BBM) dan logistik lakukan pertemuan dengan puluhan mitra penyalur BBM, khususnya jenis Patra Biodiesel. 

Ditulis Oleh: DIKSI.co
21 November 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA – Bertempat di Hotel Harris Samarinda, Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang industri trading Bahan Bakar Minyak (BBM) dan logistik lakukan pertemuan dengan puluhan mitra penyalur BBM, khususnya jenis Patra Biodiesel. 

Sekitar 12 mitra penyalur BBM yang menghandle lebih 500 perusahaan di Kaltimtara yang membutuhkan supplai Patra Biodiesel, dihadirkan dalam agenda pertemuan itu. Biodiesel merupakan bahan bakar yang kerap digunakan untuk kendaraan operasional perusahaan pertambangan, perkebunan ataupun industri perkapalan. Seperti misalnya, kendaraan tambang, excavator hingga dump truck. 

“Ya, hari ini kami undang mitra penyalur kami. Agenda ini adalah pertama kalinya selama tahun ini. Dalam pertemuan, kami juga sosialisasikan terkait Biodiesel 20 (B20), serta ada pula perpanjangan kontrak kepada mitra penyalur BBM,” ucap Ihsan Utama, GM IV Region Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Rabu (20/11/2019). 

Iklan Apri Gunawan/ Diksi.co

Adanya perpanjangan kontrak ini sekaligus disampaikan Ihsan Utama untuk agenda konsentrasi bisnis penyaluran BBM dalam tahun-tahun ke depan. Dengan adanya perpanjangan kontrak, sekaligus menunjukkan bahwa mitra-mitra penyalur itu adalah legal yang bekerjasama dengan perusahaan milik pemerintah. 

Untuk area Kalimantan, disampaikan Ihsan Utama, konsumsi bahan bakar jenis biodiese mencapai hingga 40 ribu kilo liter (kl) per bulan. Sementara untuk area cover Kaltimtara disebutnya mencapai sekitar 29 ribu kilo liter (kl). 

“Untuk Kaltimtara itu sekitar 29 ribu kl. Daerah penyaluran paling jauh itu hingga ke Melak, Kubar. Sementara untuk daerah dengan permintaan terbanyak ada di Samarinda dan Kutai Kartanegara,” ucapnya. 

Turunnya industri tambang, diakui Ihsan jadi salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam penyaluran BBM. Loyonya industri tambang berpengaruh pada bisnis bahan bakar Pertamina Patra Niaga. Pasalnya, sekitar 60 persen permintaan BBM itu berasal dari sektor tambang. 

“Sekitar 60 persen itu dari tambang, kedua dari sektor perkebunan dan ketiga itu dari sektor perkapalan. Kami juga genjot para mitra penyalur BBM untuk bisa tingkatkan permintaan untuk penyaluran BBM. Kami siapkan apresiasi,” ucapnya. 

Ihsan Utama, GM IV Region Kalimantan Pertamina Patra Niaga/ Diksi.co

Loyonya tambang yang berpengaruh pada bisnis penyaluran BBM, terlihat dari turunnya persentase penyaluran BBM dibandingkan tahun lalu. 

“Produksi saat ini turun 4 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara tahun depan, itu target naik 12 persen. Ini juga jadi alasan kami lakukan acara dengan mitra penyalur, untuk bisa lebih mengikat pelanggan,” katanya. 

Terakhit, Ihsan Utama sampaikan bahwa perusahaan tak perlu ragu untuk tetap lakukan kerjasama dengan mitra penyalur dari Pertamina Patra Niaga. Hal ini karena selain legal, terkait kualitas dan kontinuitas biodiesel juga telah terjamin. 

“BBM legal itu lebih untung. Secara kualitas terjamin. Kemudian untuk kontinuitas supply juga oke, tidak putus-putus. Jadi tak was-was lah,” katanya. (tim redaksi Diksi)

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya

google.com, pub-8789333855088993, DIRECT, f08c47fec0942fa0