Gelar Upacara Tari Hudoq Kawit di Taman Samarendah, Ketua Panitia Harap Masyarakat Dayak Kembali Rasakan Suasana Kampung


person access_time 2 years ago remove_red_eyeDikunjungi 804 Kali
Gelar Upacara Tari Hudoq Kawit di Taman Samarendah, Ketua Panitia Harap Masyarakat Dayak Kembali Rasakan Suasana Kampung

Penggelaran Tarian Hudoq Kawit Suku Dayak Bahau sebagai tanda berakhirnya musim tanam padi yang digelar di Taman Samarendah, Minggu (17/11/2019).

Lembaga Adat Dayak Bahau bersama Sanggar Seni Dayak Apo Lagaan, Apau Punyaat dan juga Himpunan Mahasiswa Kelung Timaa bekerjasama gelar upacara tari Hudoq Kawit di Taman Samarendah, Minggu (17/11/2019).

Ditulis Oleh: DIKSI.co
18 November 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA - Lembaga Adat Dayak Bahau bersama Sanggar Seni Dayak Apo Lagaan, Apau Punyaat dan juga Himpunan Mahasiswa Kelung Timaa bekerjasama gelar upacara tari Hudoq Kawit di Taman Samarendah, Minggu (17/11/2019).

Hudoq Kawit adalah salah satu tarian masyarakat suku dayak Bahau, yang dimana biasanya dilaksanakan sebagai upacara ritual usai tanam padi bagi masyarakat di perkampungan suku dayak Bahau.

Para penari Hudoq dalam acara tersebut mengenakan topeng serta bulu-bulu yang terbuat dari daun pisang, terlihat seperti merepresentasikan burung Enggang yang dipercayainya sebagai simbol kebijaksanaan serta Dewa Pelindung dalam kepercayaan Dayak. 

Untuk acara Hudoq di Samarinda ini pertama kalinya digelar pada tahun 2012. Acara ini diadakan agar masyarakat dayak khususnya dayak Bahau bisa merasakan kembali suasana Hudoq Kawit yang ada di kampung.

Iklan Apri Gunawan/ Diksi.co

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Tarian Hudoq Kawit, Fernando Jonathan saat ditemui tim Diksi di Taman Samarendah, Minggu (17//11/2019) malam.

"Awalnya Hudoq Kawit di Samarinda ini kami buat pada tahun 2012. Sudah 8 kali upacara ini terselenggara di Kota Samarinda, kemudian warga masyarakat Dayak Bahau juga cukup banyak di Samarinda, dengan adanya ini mungkin kami bisa merasakan kembali suasana Hudoq Kawit ini," katanya.

Selanjutnya ia mengatakan kalau di kampung Hudoq berlangsung selama musim tanam padi dan Hudoq Kawit sebagai tarian terakhir setelah musim tanam padi.

"Jadi selama musim tanam padi biasanya setiap malam di lamin (rumah suku dayak) itu pasti tarian Hudoq selalu ada. Sampai selesai musim tanam ditutup oleh Hudoq Kawit," tutupnya. (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya

google.com, pub-8789333855088993, DIRECT, f08c47fec0942fa0