Satu Jam, 8 Ton Bawang Putih di Pasar Segiri Samarinda Langsung Ludes


person access_time 2 years ago remove_red_eyeDikunjungi 883 Kali
Satu Jam, 8 Ton Bawang Putih di Pasar Segiri Samarinda Langsung Ludes

Antrean operasi pasar bawang putih di Pasar Segiri Samarinda, Selasa (23/4/2019)/ Diksi.co

Kepala Disperindangkop Kaltim, Fuad Assadin saat diajak berbicara di sela sidak, menyatakan akan menggelar beberapa operasi pasar dalam waktu-waktu ke depan.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
23 April 2019

 Pemprov-Pemkot Target Bawang Putih Rp 30 Ribu/ Kg

“Dari jam 07.00 pagi sudah antre. Saya antre sampai dua kali. Antre pertama untuk kupon, antre kedua untuk bisa dapat satu karung (sak) bawang putih. Ini jam 10.00 baru selesai,” ucap Wiwik, salah satu pedagang di Pasar Segiri Samarinda.

 DIKSI.CO, SAMARINDA - Selasa (23/4/2019), puluhan orang berjubel di sisi kanan pintu masuk pasar Segiri Samarinda, saat Gubernur Kaltim Isran Noor bersama tim Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI baru saja turun dari bus.

Di lokasi itu, PT Bintang Alam Sukses , salah satu penyalur bawang putih di Samarinda sedang lakukan operasi pasar. Gunakan truk pick up kecil, berkarung bawang putih disiapkan untuk dibagikan kepada pembeli yang sudah memegang kupon di tangan.

 Ditelusuri, operasi pasar dikarenakan tingginya harga bawang putih di pasar.

Saat ini, harga bawang putih yang biasanya Rp 30-40 ribu/ kg, melejit naik hampir 2 kali lipat. Di Pasar Segiri, satu kg bawang putih didapuk seharga Rp 55 - 60 ribu/ kg.

 “Sudah naik sejak Pemilu kemarin. Ini saya jual Rp 60 ribu/ kg, karena sudah dikupas. Kalau bawang putih belum terkupas, bisa dihargai Rp 55 ribu per kg,” ucap Suratun wanta muda yang menjajakan bawang putih di Pasar Segiri Samarinda.

 Tingginya harga bawang putih juga diamini Mentari, pedagang bawang putih yang ditemui Isran Noor saat lakukan sidak di Pasar Segiri.

 “Ya harganya Rp 55 ribu ini pak. Sudah segini harganya,” ucap Mentari.

Bawang putih di Pasar Segiri Samarinda/ Diksi.co

Pedagang tak punya jalan lain untuk tak tetapkan harga bawang putih di angka segitu.

Pasalnya, dari tempat mereka mengambil dagangan, harga bawang putih juga sudah tinggi. Per sak (satu sak sekitar 20 kg), pedagang dikenai harga Rp 750-800 ribu.

 “Saya ambil dari pemasok tempat biasa. Dari sana sudah dikenakan Rp 750- 800 ribu. Kalau untung, bisa dapat Rp 700 ribu. Jadi mau tak mau kami juga jual di angka segitu (Rp 55-60 ribu),” kata Suratun.

BACA JUGA: Pemilu Susulan di Tabang Kukar, Lebih 1000 Daftar Pemilih Tambahan tak Hadir

BACA JUGA: Video Penculikan Kotak Suara di Kota Minyak Viral, Ketua KPU Balikpapan Sebut Kesalahpahaman

 Kurangnya supply dari Surabaya serta daerah penghasil bawang putih lainnya yang dianggap jadi masalah naiknya harga bawang putih di Kaltim.

 Untuk itu, Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda juga lakukan upaya berupa operasi pasar.

Kepala Disperindangkop Kaltim, Fuad Assadin saat diajak berbicara di sela sidak, menyatakan akan menggelar beberapa operasi pasar dalam waktu-waktu ke depan.

 Apalagi, waktu saat ini mendekati Ramadan. Operasi pasar diharap bisa menekan harga bawang putih normal kembali.

 “Ada operasi pasar. Nanti dilakukan di beberapa kota,” ucap Fuad Assadin.

 Penjelasan operasi pasar ini kemudian dijelaskan Heni Purwaningsih, Kabid Perdagangan Disparindagkop Kaltim, saat ditemui di HARRIS Hotel Samarinda di waktu yang sama.

 “Ada 4 kali operasi pasar yang dilakukan. Tiga kali di Samarinda dan satu kali di Balikpapan. Samarinda dilakukan 3 kali, karena memang masuk ke dalam pasar induk, sehingga produknya dibawa sampai ke Tenggarong dan Bontang,” ucap Heni Purwaningsih.

 Khusus untuk bawang putih, dalam operasi pasar sebanyak 4 kali, Kaltim kebagian sekitar 20, 5 ton bawang putih.

 “Itu dari pemasok. Kuota Kaltim disiapkan 20,5 ton. Dari jumlah itu, sebanyak 2,5 ton disiapkan untuk Balikpapan, sisanya untuk Samarinda,” ucapnya.

 Targetnya Heni tetap sampaikan bahwa pemerintah daerah masih mengejar harga bawang putih di angka Rp 30 ribu/ kg.

 “Ya, target tetap Rp 30 ribu/ kg. Meskipun, kalau dilihat persentase nasional, harga bawang putih itu di angka Rp 45 ribu/kg.

 Harga Kebutuhan Barang Pokok yang diambil dari Disperindangkop Kaltim

Diksi pun ikut mengamati proses operasi pasar untuk produk bawang putih di Pasar Segiri tersebut.

Banyaknya pedagang yang telah antre sejak pagi, membuat sekitar 8 ton bawang putih ludes dalam waktu 1 jam.

Ini tak lepas dari harga per sak (20 kg) bawang putih yang murah dalam operasi pasar itu. Jika biasa pedagang membeli hingga RP 800 ribu/ sak, di operasi pasar saat itu, harga hanya didapuk RP 400 ribu/ sak.

 “Kami batasi hanya 2 sak/ maksimal per orang. Satu saknya 20 kg. Ada 8 ton yang sudah dibagikan. Prosesnya kami gunakan kupon. Jadi pembeli sudah membayar kupon lebih dahulu, kemudian mengambil bawang putih sesuai kupon mereka,” ucap Endri, pemasok dari PT. Bintang Alam Sukses.

 Ia pun tak kaget dalam 1 jam, 8 ton bawang putih bisa langsung habis.

“Tadi baru mulai saat pak Gubernur datang. Itu jam setengah 8, dan sekarang setengah 9 sudah habis. Nanti ada lagi 5 ton yang kami datangkan,” katanya.

 Belum diketahui, apakah operasi pasar bawang putih ini bisa meminimalkan harga bawang putih di pasar. Yang pasti, tak semua pedagang mau untuk mengantre dari pagi untuk bisa dapatkan satu sak bawang putih tersebut.

Ibu Suratmi misalnya, yakng justru enggan mengantre dan memilih untuk membeli di tempat biasa, meski nantinya harga yang ia terima bisa lebih mahal.

 “Memang murah di sana (Rp 400 ribu/sak), Tetapu antrenya luar biasa, Anak saya tak mau disuruh mengantre. Jadi beli ditempat biasa saja nanti,” ucapnya.

 Diagendakan, operasi pasar ini akan dilakukan dan berakhir pada 30 April mendatang. (tim redaksi Diksi)

 Ikuti Facebook Diksi.co: 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya