Pemkot Samarinda Tetapkan HET Minyak Goreng, Opsi Retur Disiapkan untuk Pedagang Eceran


person access_time 6 months ago remove_red_eyeDikunjungi 326 Kali
Pemkot Samarinda Tetapkan HET Minyak Goreng, Opsi Retur Disiapkan untuk Pedagang Eceran

Ilustrasi minyak goreng yang dijual di toko-toko

Lebih satu bulan sudah harga jual minyak goreng meroket dipasaran. Menyikapi hal tersebut, pemerintah pusat hingga pemerintah daerah terus mencari jalan keluar agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Ditulis Oleh: Achmad Tirta Wahyuda
01 Februari 2022

DIKSI.CO, SAMARINDA - Lebih satu bulan sudah harga jual minyak goreng meroket dipasaran. Menyikapi hal tersebut, pemerintah pusat hingga pemerintah daerah terus mencari jalan keluar agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Di Samarinda, penyesuaian terhadap kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng yang ditetapkan oleh pemerintah pusat mulai dilakukan.

HET tertinggi disesuaikan berdasarkan ketentuan Kementerian perdagangan , maksimal di angka Rp 14.000 per liternya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke beberapa distributor. Hasilnya, rata-rata telah menjual dengan kisaran harga ecer Rp 13.750 per liter.

“Saya cek dan hubungi beberapa distributor memang sudah Rp 13.750 mereka jual, jadi sudah mulai bertahap diberlakukan, dan ini memang perlu waktu,” terang Marnabas saat dihubungi awak media, Selasa (1/2/2022).

Karena kebijakan HET ini juga akan menyasar pedagang di pasar tradisional maupun toko kelontong. Maka, para pedagang di tempat tersebut akan diberikan waktu untuk melakukan penyesuaian. 

Dijelaskan Marnabas, pemerintah menyiapkan opsi retur pembelian dari pedagang kepada distributor terhadap minyak goreng yang telah dibeli.

Kendati demikian, Marnabas masih akan berkoordinasi dengan pihak Disperindagkop Provinsi Kaltim, terkait regulasi teknis yang akan diterapkan sebagai solusi masalah tersebut.

Marnabas menegaskan, bagi pedagang yang sebelumnya membeli minyak goreng di distributor dengan harga mahal, tinggal disampaikan kepada distributornya.

"Barang yang kemarin dibeli untuk nanti ditetapkan dengan harga Rp 14.000, tetapi kita masih akan koordinasi aturan teknisnya yang masih kita tunggu,” katanya.

Marnabas menyebutkan karena kebijakan pemerintah ini masih baru berlaku sejak hari ini, maka beberapa pedagang dan distributor masih banyak belum paham akan adanya opsi retur yang akan disosialisasikan lebih lanjut. (tim redaksi Diksi)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya

google.com, pub-8789333855088993, DIRECT, f08c47fec0942fa0