Kaltim Tempati Posisi 8 Nasional Terkait Ekonomi Digital, Tertinggi di Kalimantan Menurut Data East Ventures


person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 263 Kali
Kaltim Tempati Posisi 8 Nasional Terkait Ekonomi Digital, Tertinggi di Kalimantan Menurut Data East Ventures

Melisa Irene, Partner East Ventures saat webinar via Zoom, Rabu (12/8/2020)

Dalam laporan East Ventures - Digital Competitiveness Index (EV-DCI), Kaltim menempati posisi 8 nasional dengan indeks 37,9 poin penetrasi digital.

Ditulis Oleh: Er Riyadi
13 Agustus 2020

DIKSI.CO, SAMARINDA - East Ventures, investor startup, melakukan pemetaan kondisi ekonomi digital di Indonesia.

East Ventures juga diketahui merupakan pemodal ventura pertama yang berinvestasi di dua startup  Indonesia yang kini telah berstatus unicorn  yaitu Tokopedia dan Traveloka.  

Pemetaan kondisi ekonomi digital tersebut dilakukan guna mengetahui perkembangan bisnis digital yang saat ini marak bertebaran di dunia maya.

Dalam laporan East Ventures - Digital Competitiveness Index (EV-DCI), Kaltim menempati posisi 8 nasional dengan indeks 37,9 poin penetrasi digital.

Dengan posisi tersebut, menempatkan iklim ekonomi digital Kaltim, tertinggi di Kalimantan.

Meski begitu secara nasional, ekonomi digital Kaltim, masih berada di level sedang nasional.

Melisa Irene, Partner East Ventures menyampaikan, East Ventures - Digital Competitiveness Index (EV-DCI) merupakan alat yang digunakan untuk memetakan kondisi ekonomi digital di wilayah Indonesia.

Pemetaan EV-DCI adalah sumbangsih East Ventures untuk membawa seluruh negara bersama-sama menikmati revolusi digital agar tidak ada seorang pun bangsa Indonesia yang tertinggal di belakang.

"Peluang digital di Kaltim menempati posisi warna kuning atau kondisi sedang, butuh dukungan dan membuka diri menerima inovasi digital yang terjadi saat ini," kata Irene, saat menggelar webinar bersama jurnalis, melalui aplikasi Zoom, Rabu (12/8/2020).

(GRAFIS PETA DAYA SAING DIGITAL NASIONAL)

Beberapa poin penilaian dilakukan East Ventures untuk menentukan posisi daerah, kaitannya dengan kondisi ekonomi digital. Beberapa penilaian utama seperti ketersediaan infrastruktur internet dan tumbuh kembangnya startup di suatu daerah.

"Pilar-pilar perhitungannya sebenarnya sangat banyak, namun yang utama ada tiga, seperti infrastruktur internet di daerah, jaringannya 4G gak, dan daya akses warganya ke dunia maya," jelasnya.

Sumber daya manusia melek internet juga jadi bahan penilaian. Selain itu, East Ventures juga menghitung berapa pengusaha atau perusahaan di Kaltim, yang memanfaatkan dunia digital dalam menjalankan usahanya.

Menurut Irene masih banyak perusahaan dan pengusaha di Kaltim, memanfaatkan dunia digital atau membangun startup dalam menjalankan bisnisnya.

"Kami juga menghitung berapa sih usaha yang beraktivitas di ekonomi digital. Juga perusahaan yang memanfaatkan sistem digital," sambungnya.

Irene menegaskan ekonomi digital tak dapat dihindari pada perkembangan teknologi saat ini. Kaltim dapat memperkuat penetrasi digitalnya dengan bantuan penetrasi yang dilakukan oleh daerah-daerah yang memiliki iklim ekonomi digital subur, seperti Jakarta dan Jawa Barat.

"Daerah yang subur (hijau) seperti Jakarta dan Jawa Barat, harus melakukan penetrasi lebih kuat ke daerah yang berwarna kuning seperti Kaltim," pungkasnya. (tim redaksi Diksi)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya