China Tegaskan Penunjukan Mojtaba Khamenei Pemimpin Iran Adalah Urusan Internal

DIKSI.CO- Pemerintah China menegaskan bahwa keputusan Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru merupakan urusan domestik negara tersebut. Beijing juga menolak segala bentuk ancaman terhadap pemimpin baru Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah militer Israel mengancam akan menargetkan setiap pengganti pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan wafat dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

China Tegaskan Penunjukan Pemimpin Iran Berdasarkan Konstitusi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa keputusan Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru berjalan sesuai mekanisme konstitusi negara tersebut.

Ia menegaskan bahwa negara lain tidak seharusnya mencampuri proses politik internal Iran.

“China menentang campur tangan dalam urusan internal negara lain dengan dalih apa pun, dan kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial Iran harus dihormati,” kata Guo Jiakun kepada wartawan, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, setiap negara berhak menentukan pemimpinnya sendiri tanpa tekanan dari pihak luar.

Israel Ancam Targetkan Pemimpin Baru Iran

Ketegangan meningkat setelah militer Israel menyatakan akan menargetkan siapa pun yang menggantikan posisi pemimpin tertinggi Iran.

Ancaman tersebut muncul setelah Ayatollah Ali Khamenei wafat dalam serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.

Situasi ini memicu kekhawatiran meningkatnya konflik regional di Timur Tengah.

Donald Trump Anggap Mojtaba Khamenei Tidak Berpengaruh

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai Mojtaba Khamenei bukan sosok yang memiliki pengaruh besar dalam politik Iran.

Trump bahkan menyatakan Amerika Serikat seharusnya memiliki suara dalam proses penunjukan pemimpin baru Iran.

Pernyataan tersebut menambah ketegangan diplomatik terkait proses suksesi kepemimpinan di negara tersebut.

China Desak De-eskalasi Konflik Timur Tengah

Sebagai salah satu mitra dekat Teheran, China sebelumnya telah mengecam pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei. Namun Beijing juga sempat mengkritik serangan Iran terhadap beberapa negara di kawasan Teluk.

Utusan khusus China untuk Timur Tengah, Zhai Jun, mendorong semua pihak untuk menahan diri dan menghindari eskalasi konflik.

Seruan tersebut Zhai Jun sampaikan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan, pada Minggu (8/3/2026).

“China mendesak semua pihak untuk segera menghentikan operasi militer, mencegah eskalasi ketegangan lebih lanjut, dan menghindari menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi rakyat negara-negara di kawasan,” ujar Zhai Jun.

China Serukan Penghentian Perang di Kawasan

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, juga menyuarakan keprihatinannya terhadap meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Ia menilai perang tidak seharusnya terjadi dan meminta semua pihak segera menghentikan pertempuran.

Menurut Wang Yi, stabilitas kawasan menjadi kunci penting untuk menjaga keamanan global dan mencegah dampak konflik yang lebih luas.

(Redaksi)

Back to top button