BPS Catat 71,34 Persen Penduduk Kaltim Usia Produktif pada 2025

DIKSI.CO – Struktur demografi di Kalimantan Timur menunjukkan tren positif pada 2025. Mayoritas penduduk kini berada pada kelompok usia produktif dengan persentase mencapai 71,34 persen dari total 4,27 juta jiwa. Kondisi ini menegaskan Kalimantan Timur sedang menikmati momentum bonus demografi.
Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur (BPS Kaltim) merilis dalam laporan Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur 2025.
Rasio Ketergantungan Turun, Beban Ekonomi Lebih Ringan
BPS Kaltim mencatat rasio beban ketergantungan sebesar 40,17 persen pada 2025, lebih rendah daripada tahun 2020. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif hanya menanggung sekitar 40–41 penduduk usia non-produktif.
“Angka rasio beban ketergantungan akan berimplikasi pada kemampuan penduduk usia produktif untuk menyediakan kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan bagi kelompok non produktif,” tulis BPS Kaltim dalam laporannya.
Penurunan rasio ini memberi sinyal positif terhadap potensi peningkatan kesejahteraan apabila peluang kerja dan kualitas sumber daya manusia terus ditingkatkan.
Rasio Jenis Kelamin 106,8, Salah Satu Pengaruh dari Migrasi Pekerja
BPS Kaltim juga mencatat rasio jenis kelamin sebesar 106,8. Angka tersebut menunjukkan terdapat sekitar 107 laki-laki untuk setiap 100 perempuan di Kalimantan Timur.
“Perbedaan ini terutama disebabkan karena Kalimantan Timur menjadi provinsi tujuan migrasi masuk bagi para pekerja di sektor pertambangan, industri, dan konstruksi. Sektor ini didominasi oleh tenaga kerja laki-laki, sehingga komposisi gender menjadi cukup timpang,” jelas BPS Kaltim.
Arus migrasi tenaga kerja menjadi faktor utama yang membentuk struktur demografi daerah.
Konsentrasi Penduduk di Tiga Wilayah Utama
Sebaran penduduk Kaltim masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Lebih dari 57,09 persen penduduk tinggal di Samarinda, Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sebaliknya, Kabupaten Mahakam Ulu hanya penduduknya hanya sekitar 0,81 persen dari total populasi.
Dari sisi kepadatan, Samarinda dan Kutai Kartanegara mencatat angka tertinggi masing-masing 20,28 persen dan 19,81 persen, sementara Mahakam Ulu menjadi wilayah dengan kepadatan terendah.
Momentum Emas untuk Pertumbuhan Ekonomi
Dengan dominasi usia produktif mencapai 71,34 persen, Kalimantan Timur memiliki peluang besar memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Dorongan pemerintah daerah untuk aktif membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperluas akses kesehatan agar bonus demografi benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jika pengelolaannya secara optimal, struktur penduduk saat ini dapat menjadi modal utama pembangunan jangka panjang di Kalimantan Timur.
(Redaksi)
