Pulihkah? Akses Internet Sumatera Digempur Banjir, Ratusan Titik Terganggu

DIKSI.CO – Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Akibatnya, akses internet Sumatera terhambat. Sebanyak 602 titik vital mengalami gangguan serius. Pemerintah bergerak cepat mengatasi kendala ini. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) sigap memulihkan konektivitas.

Per 6 Desember 2025, Kominfo telah berhasil mengembalikan layanan. Mereka memulihkan internet di 413 titik. Wilayah terdampak pemulihan mencakup Aceh dan Sumatra Barat. Upaya ini menjadi prioritas tinggi. Mengingat urgensi komunikasi dan aktivitas ekonomi.

Dampak Meluas Banjir Terhadap Jaringan Digital Sumatera

Bencana banjir di Sumatera menyebabkan kerusakan infrastruktur. Air merendam banyak kabel serat optik. Banjir juga berdampak pada beberapa menara Base Transceiver Station (BTS). Kondisi ini memutus sambungan internet. Ribuan warga kehilangan konektivitas digital mereka.

Gangguan ini memiliki implikasi besar. Pendidikan daring terhenti mendadak. Aktivitas perdagangan online pun lumpuh. Sektor ekonomi digital sangat bergantung pada jaringan stabil. Laporan ekonomi terbaru dari Kementerian Keuangan sering menyoroti hal ini. Oleh karena itu, pemulihan menjadi krusial.

Kehilangan akses informasi juga menjadi masalah. Warga kesulitan memantau berita terkini. Mereka juga kesulitan mendapatkan informasi bantuan. Situasi ini tentu sangat menyulitkan. Khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil. Kondisi darurat menuntut respons cepat.

Upaya Cepat Kemkominfo: Pemulihan Akses Internet

Kementerian Komunikasi dan Digital tidak tinggal diam. Mereka langsung mengerahkan tim teknis. Tim ini bekerja tanpa henti di lapangan. Tujuannya mempercepat pemulihan jaringan. Fokus utama mereka adalah area terdampak parah.

Menurut data Kominfo, per 6 Desember 2025, langkah konkret telah terlihat. Kominfo berhasil memulihkan 413 titik layanan. Pemulihan ini terjadi di provinsi Aceh. Selain itu, Sumatra Barat juga menjadi fokus utama. Ini menunjukkan progres signifikan. Namun, masih ada 189 titik yang perlu penanganan lebih lanjut.

Proses pemulihan bukan tanpa tantangan. Medan yang sulit menjadi kendala utama. Curah hujan tinggi masih sering terjadi. Kendala logistik menghambat akses menuju lokasi. Meskipun demikian, petugas terus berupaya maksimal. Mereka menggunakan segala sumber daya yang ada. Tujuannya agar layanan digital kembali.

Masa Depan Konektivitas dan Ketahanan Digital

Insiden ini menjadi pelajaran berharga. Infrastruktur digital harus lebih tangguh. Terutama dalam menghadapi bencana alam. Pemerintah perlu berinvestasi lebih banyak. Hal ini untuk memperkuat jaringan di daerah rawan. Kebijakan mitigasi bencana juga harus diperkuat.

DIKSI.CO mencatat bahwa ekonomi digital tumbuh pesat. Ketersediaan internet adalah tulang punggungnya. Tanpa konektivitas, pertumbuhan ini terhambat. Investasi pada teknologi tahan bencana diperlukan. Ini termasuk penggunaan teknologi nirkabel satelit. Juga, pengembangan infrastruktur cadangan.

Upaya kolaborasi multi-pihak sangat dibutuhkan. Pemerintah, operator telekomunikasi, dan masyarakat harus bersinergi. Mereka perlu membangun ekosistem digital yang tangguh. Dengan demikian, kita dapat meminimalisir dampak bencana. Masa depan konektivitas digital Indonesia cerah. Hal ini jika kita mempersiapkannya dengan baik. Baca juga Berita Ekonomi kami lainnya.

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button