Wacana Presiden Dipilih MPR, Ini Komentar Ketua Komisi I DPRD Samarinda


person access_time 6 days ago remove_red_eyeDikunjungi 37 Kali
Wacana Presiden Dipilih MPR, Ini Komentar Ketua Komisi I DPRD Samarinda

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Joha Fajal

Terkait soal wacana Presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Joha Fajal menyebut akan menolak selama itu dianggap tidak demokratis bagi masyarakat.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
02 Desember 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA - Terkait soal wacana Presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Joha Fajal menyebut akan menolak selama itu dianggap tidak demokratis bagi masyarakat.

Joha Fajal mengatakan sebab berubahnya proses pemilihan Presiden di Indonesia yang sebelumnya dipilih oleh MPR/DPR dianggap kurang demokratis, sehingga pemilihan diserahkan seluruhnya kepada masyarakat. Kata Joha itu terjadi karena adanya ketidaksesuaian.

"Bahwa permasalahannya itu ternyata kalau tidak sesuai, pasti akhirnya ada perubahan. Misalnya pada saat itu kan (Presiden) dipilih oleh DPR karena dianggap sudah tidak sesuai, akhirnya Presiden dipilih secara langsung oleh masyarakat," kata Joha Fajal.

Lebih lanjut Joha Fajal menyebut proses pemilihan dapat dikatakan demokratis apabila dipilih langsung oleh masyarakat.

"Banyaknya perubahan itu kan karena dianggap kurang demokratis, kalau mau demokratis itu masyarakat harus memilih," sebutnya.

Logo DPRD Samarinda

Joha Fajal mengatakan kalau itu dikaji oleh pakar-pakar dan ternyata hasil kajiannya menjamin bahwa pemilihan Presiden dipilih oleh MPR/DPR itu adalah demokratis, Joha Fajal juga berkomentar secara pribadi. 

"Wacana itu kan dikaji oleh pakar-pakar. Tapi kalau hasil kajian dari sekian pakar itu, ternyata dipilih MPR itu demokratis, saya secara pribadi itu bagus aja," ungkapnya.

Bagi Joha Fajal, jika hasil kajian tersebut ternyata tidak menjamin hak demokratis masyarakat maka ia pun juga menolak wacana tersebut.

"Kalau pendapat itu, bahwa tidak dipilih secara langsung ternyata tidak relevan atau tidak demokratis, yah saya sependapat juga untuk menolak," tutupnya. (advertorial) 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya