Ungkap Soal Perusda ke DPRD Kaltim, Ketua FAM : Langkah Konkret Adalah Bentuk Pansus


person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 643 Kali
Ungkap Soal Perusda ke DPRD Kaltim, Ketua FAM : Langkah Konkret Adalah Bentuk Pansus

Rombongan Front Aksi Mahasiswa (FAM) datangi Komisi II DPRD Kaltim, Selasa (28/1/2020)/ Diksi.co

Dalam kunjungannya, beberapa orang yang tergabung dalam dalam organisasi FAM berharap agar Komisi II DPRD Kaltim segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menuntaskan persoalan Perusda di Kaltim. 

Ditulis Oleh: Achmad Tirta Wahyuda
28 Januari 2020

DIKSI.CO SAMARINDA - Komisi II DPRD Kaltim sambut kedatangan Front Aksi Mahasiswa (FAM). 

Meski terbilang cukup singkat, pertemuan yang diakomodir oleh salah satu anggota Komisi II DPRD Kaltim ini dinilai cukup efektif.

Dalam kunjungannya, beberapa orang yang tergabung dalam dalam organisasi FAM berharap agar Komisi II DPRD Kaltim segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menuntaskan persoalan Perusda di Kaltim. 

Pasalnya, menurut Ketua FAM Nadzar, Perusda didirikan oleh pemerintah dengan fungsi yang jelas yaitu meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD).

“Perusda dibangun untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun pemerintah tidak menyadari bahwa membentuk perusda ini, adalah sebagai tulang punggung untuk mendapatkan pendapatan lain diluar sumber daya yang akan habis, seperti contohnya tambang dan lainnya,” ujar Ketua FAM Nadzar di ruangan Sutomo Jabir, lantai 4 Gedung D DPRD Kaltim, Selasa (28/1/2020).

Ia menegaskan, bahwa cara terbaik untuk mengusut tuntas Perusda di Kaltim, adalah dengan membentuk Pansus. Hal ini bertujuan agar semua jelas keberadaan Perusda yang selama ini dinilai banyak tidak membawa untung.

“Tidak ada cara lain, selain dibuatnya pansus untuk menangani Perusda di Kaltim. Kami akan terus desak DPRD Kaltim, supaya terbentuknya pansus Perusda,” tegasnya.

Dalam pandangan FAM Kaltim, Perusda selalu memiliki persoalan sama yakni terkait piutang macet. 

“Pernyertaan modal akan habis terkikis, rata-rata penyakit perusda yaitu piutang macet. Contohnya, PT. Sylva Kaltim Sejahtera memiliki piutang hampir Rp 3 Milliar. Kan lucu, kasih utangan tapi sampai beberapa tahun tidak ditagih. Apakah sengaja, Perusda dibuat untuk hal seperti itu,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi II DPRD Kaltim Sutomo Jabir, menuturkan, meski kedatangan kawan-kawan yang tergabung dalam Front Aktivis Mahsiswa (FAM) belum mendapatkan disposisi oleh pimpinan untuk melakukan pertemuan, selaku Komisi II yang membidangi persoalan ini, Sutomo Jabir tetap memberikan ruang diskusi kepada kawan-kawan FAM.

Ia pun memberikan komentar keras atas apa yang disampaikan oleh FAM.

Menurutnya, Perusda seharusnya memiliki kelebihan dibanding dengan perusahaan swasta pada umumnya.

“Perusda harusnya lebih peduli, lebih semangat, lebih banyak untungnya, dan prospeknya harus lebih baik dari pada swasta,” ujar Tomo sapaan akrabnya.

Dirinya beranggapan bahwa tingkat penyelewengan Perusda seharusnya lebih rendah, karena banyak yang mengawasi seperti pemerintah provinsi dan lainnya.

“Seharusnya bidang usaha Perusda sudah disiapkan sebelum mereka masuk, beda dengan swasta. Sehingga secara logis, mestinya BUMD lebih banyak menghasilkan, karena mereka lebih paham kondisinya,” kata politisi PKB ini.

Terkait usulan Pansus, Tomo sebagai salah satu anggota Komisi II yang getol mengusulkan untuk dibentuknya Pansus Perusda mengatakan Komisi II akan bicarakan secara internal.

"Soal wacana pembentukan Pansus masih akan dibicarakan di dalam rapat internal Komisi II sore ini," tutupnya. (advertorial) 

Logo DPRD Kaltim

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya