Peringati Hari Pendidikan Nasional, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ingatkan Soal Infrastruktur Sekolah


person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 31 Kali
Peringati Hari Pendidikan Nasional, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ingatkan Soal Infrastruktur Sekolah

Maswedi, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda saat ditemui awak media, Selasa (4/5/2021)

Hari pendidikan nasional kembali diperingati pada 2 Mei 2021 yang lalu. Banyak hal yang masih terus dibenahi pemerintah di sektor pendidikan.

Ditulis Oleh: Achmad Tirta Wahyuda
04 Mei 2021

DIKSI CO, SAMARINDA - Hari pendidikan nasional kembali diperingati pada 2 Mei 2021 yang lalu. Banyak hal yang masih terus dibenahi pemerintah di sektor pendidikan.

Hal ini diutarakan oleh Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Maswedi. Ia mengatakan, selain sistem pendidikan yang harus dibenahi, sarana prasarana sekolahan juga harus dibenahi. Sebab masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas.

"Pendidikan kita masih perlu ada pembenahan bukan hanya dari sistem pendidikannya, tetapi juga dari segi sarana prasarana juga harus kita optimalkan. Masih banyak daerah pinggiran Samarinda ini yang pembangunan sekolah ini belum cukup memadai," ungkap Maswedi saat disambangi awak media, Selasa (4/5/2021).

Lebih lanjut, ia menjelaskan beberapa kali pihaknya menemui bahwa masih ada sekolah yang belum mempunyai gedung dan terpaksa harus menumpang di gedung sekolah lain.

"Kami masih sering menemui sekolah yang namanya ada, tapi bangunannya tidak ada, dan mereka harus numpang ke SD. Artinya dari segi sarana prasarana itu kan tidak memadai," jelasnya.

"Kami khawatir jika nanti pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka dimulai. mereka tidak mempunyai gedung, dan bingung harus belajar dimana," sambungnya.

Kendati demikian, Politisi dari fraksi Nasdem tersebut mengharapkan di hari pendidikan nasional agar Dinas Pendidikan, PUPR, dan seluruh OPD terkait segera memperbaiki dan membangun sekolah - sekolah yang rusak dan memperbaiki bangunan yang rusak.

"Saya harap Dinas Pendidikan, PUPR, dan seluruh OPD terkait bisa menyelesaikan fasilitas-fasilitas sekolah agar diselesaikan. Jadi saat KBM tatap muka dibuka, para siswa dan guru sudah tenang," pungkasnya.  (advertorial)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya