Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim Lakukan Kunjungan ke Museum Mulawarman Tenggarong


person access_time 2 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 34 Kali
Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim Lakukan Kunjungan ke Museum Mulawarman Tenggarong

Suasana kunjungan Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim ke Museum Mulawarman/IST

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan kunjungan ke Museum Mulawarman Tenggarong, Kutai Kartanegara pada Rabu (13/1/2021).

Ditulis Oleh: DIKSI.co
13 Januari 2021

DIKSI.CO, TENGGARONG - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan kunjungan ke Museum Mulawarman Tenggarong, Kutai Kartanegara pada Rabu (13/1/2021).

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim, Rusman Ya'qub mengatakan, bahwa Museum Mulawarman yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur, yang menjadi fokus Komisi IV DPRD Provinsi sebagai objek  yang dikunjungi.

"Kami menganggap Museum Mulawarman itu adalah merupakan simbol budaya Kalimantan Timur," kata Rusman kepada Diksi.co.

Berkenaan dengan hal itu, di era digitalisasi saat ini, pengelolaan Musium Mulawarman masih saja seperti biasanya, maka dari itu harus ada perbaikan serta pemodernisasian tata kelola Museum Mulawarman.

Dari permasalahan yang diserap, menurutnya Museum Mulawarman Tenggarong ini perlu adanya gedung teater mini, yang bisa memberikan edukasi secara visual mengenai sejarah terbentuknya Kerajaan di Kutai Kartanegara.

Lanjutnya, termasuk juga perlu memvisualisasikan pengelolaan yang identik dengan sumberdaya alam, seperti mineral dan batubara, selain itu bisa juga melakukan pementasan budaya yang berdimensi Kaltim.

"Museum itu tidak hanya sekedar menjaga dan memelihara nilai-nilai atau benda-benda bersejarah di dalam Museum ini," ujarnya.

Kemudian, ia sampaikan museum juga mampu mengembangkan serta diberi otoritas untuk membangun pengembangan seni budaya, dalam rangka pelestarian budaya itu sendiri misalnya bekerja sama dengan kelompok seni dan bekerja sama dengan kelompok teater .

Sehingga, anak-anak muda yang konsen terhadap penggalian nilai-nilai seni budaya Kaltim, bisa memiliki nilai komersial, bukan budayanya yang di keomersilkan. 

"Dengan pementasan budaya itu bisa bernilai, mendapatkan pendapatan rakayat , dan bisa mensejahterakan pelaku seni itu sendiri," ucapnya.

Rusman menambahkan, Museum Mulawarman harus di modernisasikan promosinya melalui digitalisasi. Tetapi harus tersedia sumber daya, baik itu manusia maupun perangkat yang ada pada museum. (advertorial) 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya