Ketua Komisi I DPRD Paser Sebut Konsep Kota Cerdas Bisa Terwujud Walau Ada Sedikit Hadangan 


person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 70 Kali
Ketua Komisi I DPRD Paser Sebut Konsep Kota Cerdas Bisa Terwujud Walau Ada Sedikit Hadangan 

Ikon kabupaten paser di Tana Grogot/ IST

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Paser sedang mendorong kotanya berwawasan smart city.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
18 Oktober 2021

DIKSI.CO, SAMARINDA - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Paser sedang mendorong kotanya berwawasan smart city. 

Bahkan diketahui, dewan smart city tersebut telah dibentuk untuk mempercepat visi tersebut. 

Dibawah kepemimpinan Bupati Fadli dan Wabupnya Masitah, kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Kalsel tersebut menuju daerah yang modern terus dibangun. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Paser, Hendrawan Putra mengatakan perencanaan Kabupaten Paser menuju smart city sudah cukup lama. 

"Soal Smart City ini mungkin 5 tahun lalu sudah digaungkan," ujar Hendrawan sapaannya saat dihubungi, Senin (18/10/2021). 

Lanjut dia lagi, politisi Demokrat itu menambahkan, pembahasan untuk menetapkan lokasi daerah yang tepat masih dibahas secara mendalam. 

"Mulai dari perpindahan lokasi, dari muara paser terus pindah ke daerah pesisir tanjung harapan. Tapi kendala lain banyak dihadapin terutama kawasan itu belum lepas dari kawasan cagar alam. Baik di Teluk Adang dan Teluk Apar," imbuhnya. 

Menurut Hendrawan, penetapan lokasi itu sangat penting sebagai titik tolak pembangunan awal. 

"Jadi peletakan smart city di ditetapkan itu mudah - mudahan terwujud. Konsepnya memang luar biasa dan sempat heboh waktu itu," ungkapnya. 

Dengan begitu kata dia lagi, perlu disiapakan dari pelbagai aspek agar pembangunan dalam arti luas bisa lebih optimal, terarah dan terukur. 

"Jadi perlu disiapkan menuju smart city, seperti kota - kota manajemen kita sendiri, lalu sumber daya manusia kita, dan akses informasi teknologi kita," paparnya. 

Dengan begitu, pemerataan  pembangunan yang adil dapat dinikmati seluruh masyarakat terlebih Kabupaten Paser. 

"Nah ini harus kesinambungan. Jadi sustainneble lah kita. Jadi dikatakan smart city itu cerdas, tangkas, pintar dll bisa terwujud," urainya. 

Kendati begitu, menuju daerah dengan ibu kotanya Tanah Grogot agar berwawasan smart City itu tidaklah mudah. Perlu sinkronisasi perencanaan sesuai arah pembangunan jangka menengah daerah, lantaran perlu waktu lima tahun untuk merealisasikan konsep kota pintar tersebut.

"Cuman terakhir kemarin ada penetapan daerah pesisir masih ditetapkan sebagai cagar alam. Nanti lah saya buka-buka dulu dokumen RPJMD kami ya. Nanti saya jelaskan," tutupnya. (advertorial)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya