DPRD Samarinda Bentuk Pansus LKPJ, Eko Elyasmoko Targetkan Dalam Waktu Dekat Susun Kegiatan Pansus


person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 37 Kali
DPRD Samarinda Bentuk Pansus LKPJ, Eko Elyasmoko Targetkan Dalam Waktu Dekat Susun Kegiatan Pansus

Ketua Pansus LKPJ Eko Elyasmoko/Diksi.co

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kota Samarinda resmi bentuk Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Samarinda tahun anggaran 2021

Ditulis Oleh: Achmad Tirta Wahyuda
07 April 2021

DIKSI.CO, SAMARINDA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kota Samarinda resmi bentuk Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Samarinda tahun anggaran 2021.

Ketua Pansus LKPJ Eko Elyasmoko dari Fraksi Demokrat mengatakan dalam waktu dekat dirinya akan menyusun kegiatan Pansus.

"Mungkin dalam satu dua hari ini kita akan membentuk kegiatan yang akan segera dimulai dari kegiatan LKPJ," ungkapnya saat ditemui usai rapat Pansus LKPJ di kantor DPRD Samarinda, Rabu (7/4/2021).

Kegiatan Pansus LKPJ akan di mulai sejak ditetapkan struktur anggota hingga nanti berakhir pada 25 April 2021. Sebab itu, Eko menegaskan bahwa Pansus akan bekerja cepat untuk menunjung program Wali Kota Samarinda, khususnya terkait penanganan banjir.

"Mungkin peningkatan drainase kali yang banyak. Untuk peningkatan masalah banjir poinnya pasti itu infrastruktur yang lebih banyak , karna untuk sosialnya kan sudah ditanggung sama dinas-dinas yang lain," tuturnya.

Lebih lanjut, setelah menyusun program, kata Eko, pihaknya akan segera menggelar hearing dengan para organisasi perangkat daerah (OPD) sebelum turun langsung ke lapangan.

"Jumat, sabtu atau Minggu kita sudah mulai siapkan kegiatan untuk pertemuan dengan OPD yang bersangkutan apa yang dipermasalahkan. Ya mudah-mudahan bekerja dengan baik lah semua. Nanti hasilnya bakal kita konfirmasi lagi," imbuhnya.

Meski begitu, Eko menyebut bahwa masalah minimnya serapan anggaran Dinas Pertanahan juga turut menjadi perhatian Pansus LKPJ.

"Karna poin yang selama ini kan ga mencapai target mungkin nanti OPD itu akan kita panggil juga. Masalahnya kenapa bisa terjadi seperti itu," pungkasnya. (advertorial)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya