Dewan Soroti Rumah Potong Hewan dan Limbah Tahu Tempe


person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 33 Kali
Dewan Soroti Rumah Potong Hewan dan Limbah Tahu Tempe

Inspeksi dadakan Komisi II DPRD Kota Balikpapan

Komisi II DPRD Kota Balikpapan menyoroti terkait dengan kondisi Unsur Pelaksana Teknis (UPT) pasar-pasar yang dikelola Dinas Perdangan (Disdag) Balikpapan, dan kondisi Rumah Potong Hewan (RPH) terpadu. 

Ditulis Oleh: Ainun Amelia
02 Agustus 2022

DIKSI.CO, BALIKPAPAN - Komisi II DPRD Kota Balikpapan menyoroti terkait dengan kondisi Unsur Pelaksana Teknis (UPT) pasar-pasar yang dikelola Dinas Perdangan (Disdag) Balikpapan, dan kondisi Rumah Potong Hewan (RPH) terpadu. 

Perhatian ini didapatkan setelah Komisi II DPRD Kota Balikpapan melakukan Inpeksi Dadakan (Sidak) sekaligus kunjungan UMKM UPT tahu tempe, pada Senin (1/8/2022) kemarin. 

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Suwanto, mengatakan, pihaknya berharap dinas terkait dapat berkreatifitas di dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada di era dalam menyambut Ibu Kota Negara (IKN).

Dari sidak tersebut, ada catatan penting usai melihat kondisi Rumah Potong Hewan (RPH), apalagi tempat tersebut menghasilkan retribusi daerah.

"Sangat miris tadi kami melihat keadaan RPH yang kondisinya sangat membutuhkan perbaikan dan pengadaan. Karena ada retribusi yang didapat dari RPH tersebut, maka Ini sangat perlu ditindaklanjuti untuk diadakan perbaikan pengupgradetan," kata Suwanto. 

Dengan keprihatinan terhadap kondisi RPH tersebut, pihaknya akan memikirkan pengupgradetan RPH dengan mengupayakan usulkan pada anggaran tahun 2023. 

"Kisaran hingga Rp 2 Miliar untuk biaya perbaikan RPH itu," ujarnya. 

Selain itu masalah limbah rumah produksi tahu tempe di Kelurahan Kariangan, Balikpapan Barat, juga disoroti sebab limbah tersebut bisa berpeluang menjadi pupuk, pakan ternak dan sebagainya.

"Tentunya terlebih dahulu mengecek unsur yang terkandung dalam limbah tersebut, agar bisa disesuaikan kecocokan nya untuk digunakan sebagai pupuk tanaman kah atau pangan hewan," katanya.

Ia mengharapkan pihak pengelola limbah mampu membuat satu kajian yang nantinya dapat bermanfaat bagi perkebunan atau peternakan. 

Menurutnya, Pemerintah Kota Balikpapan harus sigap melihat segala peluang. Mengingat akan menjadi penyanggah IKN, masyarakat berpotensi semakin bertambah, maka, penting memanfaatkan limbah tersebut sebagai pupuk tanaman atau pangan ternak.

"Itu yang harus segera disiapkan, agar hasilnya dapat dikonsumsi masyarakat secara luas," katanya. (Advertorial)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya

google.com, pub-8789333855088993, DIRECT, f08c47fec0942fa0