Dewan Samarinda Targetkan Pembahasan APBD 2022 Rampung November Mendatang


person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 71 Kali
Dewan Samarinda Targetkan Pembahasan APBD 2022 Rampung November Mendatang

Helmi Abdullah, Wakil Ketua I DPRD Kota Samarinda, Sabtu (16/10/2021)/ Diksi.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda belum lama ini menyepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2021.

Ditulis Oleh: Achmad Tirta Wahyuda
16 Oktober 2021

DIKSI.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda belum lama ini menyepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2021.

Agenda selanjutnya, dalam waktu dekat para wakil rakyat yang berkantor di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Pelabuhan, Samarinda Kota akan membahas rancangan APBD 2022.

Perihal ini diutarakan langsung oleh, Wakil Ketua I DPRD Samarinda Helmi Abdullah saat disambangi awak media beberapa waktu lalu di kantornya.

"Dalam waktu dekat menunggu pemkot untuk pembahasan APBD Murni 2022. Kemarin notanya kan sudah disepakati. Kami menunggu asistesi dari provinsi dulu, kalau sudah baru kita sepakati," ungkapnya.

Wakil rakyat dua periode itu mengaku tidak dapat memprediksi angka APBD 2022 lantaran rencana belanja daerah sebelumnya dialihkan untuk penanganan Covid-19, atau yang biasa disebut refocusing.  Kendati begitu, terdapat batas waktu untuk menyelesaikan pembahasan APBD 2022 tersebut. 

"Pembahasan sampai bulan November bulan depan. Soal angka belum bisa dipastiskan, tapi rata-rata setahun di atas Rp 1 triliun. Karena nanti ada dana transfer dari pusat," terangnya

Disinggung mengenai adanya tarik ulur pembahasan APBD Perubahan 2021 di tingkat provinsi. Politisi Gerindra itu memastikan bahwa tidak akan berpengaruh besar terhadap suntikan bantuan keuangan dari Pemrov Kaltim.

"Kami bersama Pemkot Samarinda sudah menetapkan APBD P 2021. Karena angkanya enggak banyak berubah, kalau ada transfer dari provinsi enggak akan terlalu besar pergeserannya. Kalau murni 2022 harus nunggu," paparnya. (advertorial)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya