Bahas Antisipasi dan Penanganan Corona Virus, DPRD Ingatkan Pemkot Bontang Tetap Waspada


person access_time 2 years ago remove_red_eyeDikunjungi 476 Kali
Bahas Antisipasi dan Penanganan Corona Virus, DPRD Ingatkan Pemkot Bontang Tetap Waspada

DPRD kota Bontang RDP dengan Pemkot di kantor DPRD Bontang, Selasa, (11/2/2020)/ Diksi.co

 Komisi gabungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada dan Dinas Ketenagakerjaan, terkait antisipasi pencegahan dan penanganan penyebaran novel Corona virus (nCov), Selasa (11/2/20202).

Ditulis Oleh: Irwan Wahidin
12 Februari 2020

DIKSI.CO, BONTANG - Komisi gabungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada dan Dinas Ketenagakerjaan, terkait antisipasi pencegahan dan penanganan penyebaran novel Corona virus (nCov), Selasa (11/2/20202).

Selain perwakilan pemerintah, rapat yang digelar di ruang rapat kantor DPRD Bontang itu juga dihadiri dua perusahaan yang dipanggil untuk memberikan keterangan tentang tenaga kerja asing (TKA) China yang bekerja di perusahaan itu.

Keduanya adalah PT. Graha Power Kaltim (PT GPK), yang bergerak disektor Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan PT. Kaltim Amonium Nitrat (PT KAN) di bidang industri bahan peledak.

Menanggapi antisipasi nCov yang saat ini telah mewabah dan menghebohkan dunia, Kepala Dinas Kesehatan kota Bontang, dr. Bahauddin mengungkapkan, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Selain itu, upaya lain yang dilakukan Dinkes adalah mensosialisasikan informasi kewaspadaan nCov kepada masyarakat di kota Bontang.

"Sosialisasi yang sudah kami lakukan menyebar brosur dan pemasangan spanduk/baleho di 7 titik, tidak terlalu masif supaya tidak mengganggu aktivitas warga," ujarnya.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. I Gusti Made Suardika melaporkan, pihaknya telah membentuk kelompok kerja khusus untuk mengantisipasi nCov. Ruang isolasi pun juga disiapkan rumah sakit sebagai bentuk kesiapsiagaan ketika ada pasien yang diduga terjangkit virus mematikan itu.

"Kami sudah terima alat pelindung diri (APD) dari Dinkes berupa baju astronot, mudahan tidak terpakai. Sudah ada kelompok kerjanya, ruang isolasinya juga sudah disiapkan. Rencananya ruangan isolasi khusus itu terpisah atau di luar gedung utama, karena ini riskan bisa menular ke pasien lain. Mudah-mudahan DPRD bisa membantu dan mendukung," tuturnya.

Di akhir rapat, Ketua Komisi II Rustam mengingatkan kepada semua stakeholder bisa mengantisipasi dari sekarang, begitu pun kepada pihak terkait lainnya untuk tetap waspada.

"Ilustrasi warga ini kan kalau sudah ketemu orang China bahaya, ya kami tidak ingin bikin warga panik, tetap saling memberikan informasi untuk pencegahannya. RSUD juga saat ini sedang pembangunan, semoga bisa cepat dipakai," ujarnya. (advertorial) 

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya

google.com, pub-8789333855088993, DIRECT, f08c47fec0942fa0