Pemkot Samarinda Kaji Pipa Bawah Tanah ke Mahakam untuk Atasi Genangan Antasari

Gunakan suara perangkat Anda
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • DIKSI.CO – Pemerintah Kota Samarinda mengkaji pemasangan pipa bawah tanah untuk mengalirkan limpasan air langsung ke Sungai Mahakam.
  • Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut rencana ini sebagai inovasi untuk mengurangi genangan di kawasan Jalan Pangeran Antasari dan sekitarnya.
  • Kita bicara bagaimana menemukan solusi atau rencana inovasi untuk pengendalian dan pengurangan genangan air di daerah Antasari,” tegas Andi Harun.

DIKSI.CO – Pemerintah Kota Samarinda mengkaji pemasangan pipa bawah tanah untuk mengalirkan limpasan air langsung ke Sungai Mahakam. Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut rencana ini sebagai inovasi untuk mengurangi genangan di kawasan Jalan Pangeran Antasari dan sekitarnya.

“Kita tidak bicara anggaran dulu. Kita bicara bagaimana menemukan solusi atau rencana inovasi untuk pengendalian dan pengurangan genangan air di daerah Antasari,” tegas Andi Harun.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda akan mengkaji jalur pipa yang menghubungkan kawasan sekitar rumah pompa dengan Sungai Mahakam melalui arah Banggris. Jalur tersebut bertujuan memotong limpasan air dari Banggris dan Jalan MT Haryono sebelum aliran itu menambah genangan di kawasan Antasari.

Pemkot Samarinda Kaji Pipa Berdiameter 800 Milimeter

Pemkot Samarinda mempertimbangkan pipa berdiameter sekitar 800 milimeter atau 80 sentimeter dalam rancangan awal. DPUPR kini menghitung spesifikasi, jalur pemasangan, dan kebutuhan teknis untuk menilai kelayakan rencana tersebut.

Andi Harun menilai pemasangan pipa berpotensi menghemat anggaran daripada pembangunan saluran baru dengan konstruksi beton.

“Alternatif ini berpotensi lebih hemat anggaran dibandingkan membangun saluran baru dengan konstruksi beton,” kata Andi Harun saat meninjau Polder Gang Indra di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu.

Pemkot belum menetapkan anggaran maupun desain akhir pipa. Karena itu, DPUPR perlu menyelesaikan kajian teknis sebelum pemerintah menentukan langkah lanjutan.

Andi Harun Minta Pemeliharaan Polder Gang Indra Berkelanjutan

Selain mengkaji pipa bawah tanah, Andi Harun menyoroti pemeliharaan Polder Gang Indra yang memiliki luas hampir dua hektare. Pertumbuhan gulma yang cepat dan kondisi kolam yang mengering saat musim kemarau menjadi tantangan bagi pengelolaan polder.

Pekan lalu, DPUPR Samarinda mengerahkan 30 personel untuk membersihkan kawasan tersebut. Andi Harun meminta jajarannya menjaga pemeliharaan secara rutin agar polder tetap berfungsi sepanjang tahun.

Pemkot Samarinda juga merencanakan penambahan ekskavator mekanis melalui anggaran tahun depan. Alat berat ini akan membantu petugas membersihkan kolam retensi dan menjaga fungsi fasilitas pengendali genangan.

Pemkot Samarinda Ajak Swasta Bantu Penanganan Genangan

Andi Harun mengajak perusahaan galangan kapal, industri, dan pertambangan batu bara untuk mendukung penanganan genangan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Ia mendorong perusahaan-perusahaan tersebut memberikan dukungan, termasuk bantuan alat berat untuk pemeliharaan polder dan pengendalian genangan.

Pemkot Samarinda kini menyiapkan kajian pipa bawah tanah sekaligus memperkuat pemeliharaan polder. Kedua langkah ini diharapkan membantu pemerintah mengurangi genangan di kawasan Antasari dan sekitarnya.

(Redaksi)

DIKSI.co

VNS

Tim Redaksi DIKSI.co

Menyajikan informasi terkini, akurat dan terpercaya untuk masyarakat.