5 Daerah di Kaltim Masuk Zona Merah Covid-19, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Capai 6.776 Kasus

DIKSI.CO, SAMARINDA – Setiap harinya, Covid-19 di Kalimantan Timur terus menunjukan peningkatan kasus.

Update per Minggu (20/9/2020), terjadi penambahan 60 kasus baru pada hari ini, hingga total mencapai 6.776 kasus.

Pada bulan lalu, hanya 3 daerah di Kaltim, memiliki risiko penularan virus tinggi atau daerah dengan zona merah, yakni Samarinda, Balikpapan, dan Bontang.

Namun pada saat ini, daerah zona merah Covid-19 meningkat menjadi 5 daerah di Bumi Mulawarman. 

Andi Muhammad Ishak, Sekretaris Dinkes Kaltim menyebut penentuan warna zona tiap daerah dilihat dari jumlah pasien yang menjalani perawatan di daerah tersebut.

“Zona merah kami artikan sebagai daerah yang memiliki pasien terkonfirmasi besar di Kaltim,” kata Andi, saat menyampaikan rilis harian Covid-19 di Kaltim.

5 daerah zona merah di antaranya, Berau 82 pasien dirawat, Kutai Kartanegara, 453 pasien dirawat, Balikpapan 801 pasien, Bontang 84 pasien, dan Samarinda 536 pasien yang masih menjalani perawatan.

Sementara untuk Kabupaten Paser, memiliki warga orange, dan 4 daerah lainnya berwarna kuning, atau risiko penularan sedang.

Tak ada satupun darah di Kaltim, berwarna hijau atau bebas dari virus corona.

“Tak ada satupun wilayah di Kaltim yang bebas dari Covid-19, hal ini karena semakin meluasnya transminisi lokal yang terjadi di Kaltim,” tegasnya.

Mahakam Ulu sempat lama menjadi daerah yang tidak terpapar. Namun pada 7 Agustus ditemukan kasus pertama Covid-19 di Mahakam Ulu, hingga saat ini ada 16 kasus konfirmasi. Dari angka tersebut 12 telah dinyatakan sembuh, 1 orang meninggal, dan 3 pasien masih menjalani perawatan. (tim redaksi Diksi)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button